17 June 2024 - 00:52 0:52

Vfs Tasheel Klaim Rekam Biometrik di Tanah Air Lebih Hemat Waktu

WartaPenaNews, Jakarta – Penerapan syarat rekam biometrik dalam pembuatan visa haji dan umrah yang sudah dimandatkan oleh pemerintahan Arab Saudi, akan mengurai kerepotan para jamaah untuk menjalankan ibadahnya ke tanah suci. Saat ini sudah ada 34 center untuk perekaman biometrik di berbagai wilayah tanah air dan jumlahnya akan terus bertambah.

Demikian keterangan tertulis dari Vfs Tasheel yang diterima di Jakarta,Jumat (4/1/2019).

Bagi pemerintah Arab Saudi, penerapan aturan biometrik ini memudahkan urusan mereka menangani gelombang pendatang dalam dua momentum ziarah tahunan terbesar di planet Bumi, yaitu haji dan umrah. Aturan itu memudahkan mereka mengawasi siapa saja yang masuk dan keluar dari negara tersebut.

Biometrik akan memberikan kepastian tentang siapa saja yang melintasi perbatasan negara. Pendatang yang tak diinginkan akan terdeteksi. Biometrik juga akan membantu mereka memastikan bahwa pendatang yang datang sudah pulang tepat pada waktunya.

Baca Juga :
Patuhi Tolak Rekam Biometrik Bagi Calon Jamaah Haji dan Umroh

Bagi jamaah Indonesia, kemudahan sistem biometrik tidak hanya mengeliminasi energi yang terbuang sia-sia dalam proses kedatangan maupun kepulangan dari Arab Saudi. Dengan perekaman biometrik yang dilakukan di Tanah Air, jamaah Indonesia akan mendapat jawaban atas segala ketidakpastian mengenai tenaga yang dikeluarkan, materi yang dikucurkan, dan waktu keberangkatan serta waktu yang dihabiskan dalam perjalanan, yang selama ini membayangi pelaksanaan haji dan umrah.

Perekaman data biometrik harus dilakukan sebelum mendaftar umrah atau 1 bulan sebelum berangkat umrah. Sebab saat pengajuan visa untuk umrah, jamaah harus melampirkan bukti tanda terima rekam biometrik VFS Tasheel. Perekaman data biometrik juga bisa dilakukan melalui perjanjian atau janji temu untuk menentukan lokasi, tempat, dan jadwal tanggal dan waktu, sesuai pilihan calon jamaah.

Pihak Vfs Tasheel selaku penyelenggara Biometrik mengklaim proses ini mengeliminasi ketidakpastian menunggu untuk melakukan perekaman. Tapi, meskipun begitu, mereka yang datang tanpa perjanjian tetap akan dilayani, namun setelah pukul 16.00 setiap harinya. Proses perekaman data biometrik sendiri hanya hitungan menit.

“Jamaah yang sudah lelah melakukan perjalanan dari rumah, naik pesawat berjam-jam menuju embarkasi maupun menuju Arab Saudi, tak perlu lagi antre berjam-jam di di Arab Saudi. Rekam biometrik ini sungguh telah memangkas banyak waktu yang sia-sia sehingga jamaah bisa menghemat lebih banyak energi dan lebih fokus pada ibadahnya,” demikian tulis Vfs Tasheel. (isu/rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
15 June 2024 - 13:16
Libur Iduladha, Penumpang Kereta di Yogyakarta Meningkat

WARTAPENANEWS.COM – Jelang Idul Adha 2024, penjualan tiket kereta api jarak jauh keberangkatan awal stasiun di Daop 6 mengalami peningkatan. Total ada 88.401 tiket yang terjual untuk tanggal 13 Juni

01
|
15 June 2024 - 12:37
Sepanjang 2024, 1.008 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Bantul

WARTAPENANEWS.COM – Polres Bantul mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2024 ini ada 1.008 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bantul. Dari jumlah itu, 1.258 orang luka ringan dan 71 orang meninggal

02
|
15 June 2024 - 12:14
Jalanan di Jakarta Lengang saat Libur Panjang Idul Adha

WARTAPENANEWS.COM – Long weekend Hari Raya Idul Adha membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta tampak lengang dari padatnya kendaraan. Idul Adha akan dirayakan pada Senin (17/6) mendatang. Libur panjang digunakan

03