19 May 2024 - 23:30 23:30

Warga Gunungkidul Kian Resah dengan Serangan Monyet Ekor Panjang

wartapenanews.com  Hama monyet ekor panjang (MEP) masih menjadi momok para petani Gunungkidul. Karena dari waktu ke waktu serangannya kian masif dan tak bisa dikendalikan lagi. Berbagai upaya dilakukan oleh petani nampaknya tak mampu mengurangi serangan MEP ini.

Banyak petani yang mengalami kerugian yang cukup besar akibat serangan hama ini. Karena setiap masuk ke lahan pertanian, tanaman yang dibudidayakan petani langsung ludes diserbu MEP ini, di mana selalu datang bergerombol.

Kendati demikian, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi menandaskan jika serangan Monyet Ekor panjang yang terus terjadi di wilayah Gunungkidul belum mengganggu panenan di wilayahnya. Karena luasan lahan yang diserang tidak signifikan.

“Hanya spot-spot kecil di beberapa kapanewon. tidak sampai mengganggu panenan,” kata dia, Selasa (31/1/2023).

Memang serangannya dianggap masif karena ketika merangsek ke lahan pertanian jumlahnya MEP cukup banyak. Sehingga tanaman yang diserang langsung ludes dan itulah yang membuat berita serangan MEP ini cepat menyebar.

Untuk mengatasi serangan MEP ini, dia meminta petani untuk meningkatkan kewaspadaannya. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait dengan penanggulangan serangan MEP ini.

“Langkah yang diambil memang bergantung pada BKSDA karena mereka yang memiliki kewenangan,” tambahnya.

Serangan MEP ini memang kian masif. Seperti yang dialami oleh para petani di Kalurahan Tepus Kapanewon Tepus Gunungkidul terus merasa gundah. Tanaman mereka terus rusak diserang kera ekor panjang dan juga landak.

Daliyem, warga Pule Ngelo Kalurahan Tepus ini mengaku kebingungan untuk mengusir atau membasmi dua hama tersebut, terutama Monyet Ekor Panjang. Dia memilih tak bercocok tanam lagi dan membiarkan ladangnya menganggpur.

“Berkali-kali nanem ya Ndak bisa panen. Wong pasti habis di sikat monyet,”ujar dia.

Serangan MEP ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Namun dalam 5 tahun terakhir serangannya kian masif. Seluruh tanaman habis dimakan oleh MEP. Bahkan tak hanya tanaman yang sudah mulai berbuah, terkadang tanaman yang baru ditanam juga disikat.  (mus)

 

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
18 May 2024 - 12:19
Sosok Ayah Pacar Vina Cirebon Ternyata Seorang Perwira Polisi

WARTAPENANEWS.COM –  Ternyata sosok ayah pacar Vina Cirebon yang tewas dibunuh seorang Perwira Polisi. Diketahui, kasus Vina kembali jadi perhatian masyarakat setelah diangkat ke layar lebar pada 2024 dengan judul

01
|
18 May 2024 - 11:17
Gegara Perang Gaza, Ada Perpecahan Dalam Kabinet Israel

WARTAPENANEWS.COM –  Satu demi satu perpecahan dalam kabinet Israel terkait perang di Gaza mulai terungkap. Menteri Pertahanan Yoav Gallant secara terbuka menuntut strategi yang jelas dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,

02
|
18 May 2024 - 10:15
Pejabat Kemenhub yang Buat Sumpah Sambil Injak Al-Quran, Dilaporkan ke Polisi

WARTAPENANEWS.COM – Pejabat Kementerian Perhubungan bernama Asep Kosasih dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Laporan itu dibuat berdasarkan sebuah video viral yang menampilkan Asep sedang melakukan sumpah

03