23 June 2024 - 14:43 14:43

Waspada Penularan DBD Akibat Suhu Makin Panas!

WARTAPENANEWS.COM – Musim panas telah tiba. Bersamaan dengan kedatangannya kamu perlu waspada. Yup, bukan hanya sinar UVA dan UVB, kamu juga perlu melindungi diri dari nyamuk Aedes aegypti, lho.

Pasalnya data terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada Januari–Mei 2023 mencatat sekitar 35.694 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh Indonesia. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, lalu diikuti Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Hal ini perlu diwaspadai mengingat adanya El Nino di Mei hingga Juli 2023 yang bisa menyebabkan peningkatan panas, kekeringan, dan curah hujan di berbagai belahan dunia—termasuk Indonesia.

Saat musim panas, musim bertelur nyamuk pun masuk pada periode puncak. Suhu yang hangat membuat siklus hidup nyamuk jadi lebih cepat. Telurnya lebih banyak menetas dan diprediksi akan membuat kasus demam berdarah meningkat pesat.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Prambudi, dalam konferensi pers bertajuk “Peringatan ASEAN Dengue Day” mengatakan bahwa kasus DBD akan meninggi saat adanya El Nino.

“Ada penelitian bahwa nyamuk semakin ganas kalau dia berada di suhu yang panas. Frekuensi dia menggigit akan meningkat 3-5 kali lipat pada saat suhu meningkat,” kata Imran.

Meski DBD bisa menyebabkan kematian, masih banyak masyarakat yang belum menyadari gejalanya. Bahkan, beberapa orang sering terkecoh dan menganggap gejala awal DBD hanyalah demam flu biasa. Padahal, ada ciri mendasar yang membedakan DBD dengan flu biasa.

Saat mengalami demam tinggi yang tidak kunjung reda di hari ketiga, kamu perlu melakukan tes darah untuk menemukan sumber penyakit di hari keempat. Tak hanya itu, kamu juga perlu jika mengalami demam yang naik turun Jika ternyata mengalami DBD, biasanya trombosit akan ikut menurun. Untuk bisa mengeceknya, segeralah ke rumah sakit.

Selain gejala demam, penderita demam berdarah juga akan mengalami nyeri otot, sendi, dan tulang. Gejala seperti mual, sakit kepala, dan muntah juga akan muncul. Pada kondisi tertentu, akan ada bintik merah akibat pendarahan (bila ditekan bintik tidak akan pudar), mimisan, dan pendarahan ringan pada gusi.

Untuk melengkapi tindak pencegahan DBD, jangan lupa untuk melakukan poin plus, yaitu menggunakan obat nyamuk. Masyarakat perlu memilih berbagai produk yang sesuai dengan kebutuhan dan aman untuk keluarga. Di pasaran, ada banyak jenis yang tersedia. Mulai dari bakar, oles, hingga semprot. (mus)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
23 June 2024 - 09:25
Sharp Semarakan Jakarta Fair Kemayoran 2024 Hadirkan Promo Menarik

WARTAPENANEWS.COM – Sharp kembali ramaikan Jakarta Fair Kemayoran 2024 yang akan berlangsung selama satu bulan penuh dari tanggal 12 Juni – 14 Juli 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Menempati area

01
|
22 June 2024 - 12:05
Kominfo Belum Bisa Pulihkan Usai 55 Jam Server PDN Eror

WARTAPENANEWS.COM –  Server Pusat Data Nasional (PDN) Kominfo masih mengalami gangguan hingga Sabtu (22/6) pukul 11.00 WIB. Gangguan server ini pertama kali diketahui pada Kamis (20/6) pukul 04.00 WIB yang

02
|
22 June 2024 - 11:16
Usai Pandemi, Bisnis Sepeda Lesu hingga Banting Harga

WARTAPENANEWS.COM – Bisnis sepeda usai era pandemi Covid-19 kini lesu. Seperti dialami toko-toko sepeda di berbagai penjuru AS yang menghadapi kesulitan setelah penjualan yang marak pada awal pandemi lalu. Menurut

03