25 Tahun Yayasan Batik Indonesia

Membatik Memberi Arti Bagi Negeri

20
Foto: Bud

WartaPenaNews, Jakarta – Industri modest memasukkan batik sebagai salah satu wastra populer di Indonesia. Hal ini sudah tentu tidak terlepas dari upaya Yayasan Batik Indonesia yang selama 25 tahun mempromosikan batik dengan berbagai macam cara, menyelaraskan dengan zamannya.

Upaya Kreatif Memoles Pamor Batik

Ditengah upaya melestarikan dan meningkatkan nilai tambah batik Indonesia, yang merupakan potensi kekayaan nasional, Yayasan Batik Indonesia senantiasa memberikan sentuhan kreatif bagi perkembangan, serta kemajuan batik Indonesia.
Pada setiap
momen Ulang Tahun Hut Yayasan Batik Indonesia, ada beragam tema berbeda yang dijadikan inspirasi untuk melestarikan keberadaan wastra adiluhung bangsa.

Di tahun 2019, Yayasan Batik Indonesia menyelenggarakan beragam agenda acara menarik yang dibingkai dalam tema sentral ” Membatik Untuk Negeri”, bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik tradisional Indonesia sehingga pasar batik Nasional senantiasa stabil bahkan mengalami kenaikan.

Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia, Ibu E. Ratna Utarianingrum, menyampaikan, “pada momen peringatan Hut ke 25 Yayasan Batik Indonesia, kami juga akan meluncurkan buku terbaru Batik Indonesia, E-book Batik Indonesia, serta website Yayasan Batik Indonesia, sehingga pengetahuan dan sisi edukatif mengenai batik dapat lebih diterima oleh masyarakat umum, katanya pada press conference “Membatik Untuk Negeri” Oleh Yayasan Batik Indonesia, Untuk Hari Batik Nasional 2019, di restoran Palalada, Grand Indonesia Jakarta, Selasa, 17 September 2019.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Bapak Triawan Munaf mengatakan, “walau telah diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya tak benda, dikenal luas di dunia internasional dan menjadi material favorit desainer terkenal mancanegara, namun upaya untuk mengangkat marwah batik tradisional Indonesia butuh sinergi yang dilakukan secara terus menerus oleh institusi, praktisi, pengrajin serta masyarakat Indonesia, “ujarnya.

Lebih lanjut Triawan mengatakan, “ditengah pencapaian tersebut, berbagai persoalan hadir dari tren batik, diantaranya maraknya tekstil bermotif batik print dari luar, yang menjadi salah satu penyebab menurunnya apresiasi masyarakat terhadap batik tradisi.
“Padahal standar batik Nasional hanya mengenal 3 jenis tehnik membatik. Batik tulis, batik cap, dan kombinasi antara batik tulis dengan cap, “katanya.

“Kami memberikan apresiasi lebih, untuk kesetiaan Yayasan Batik Indonesia dengan beragam upayanya, mengawal pamor batik tradisional Indonesia agar kian dikenal oleh masyarakat luas dan mancanegara. Salah satunya melalui kegiatan dalam peringatan Hari Batik Nasional setiap tahun, “kata Triawan.

Stola Motif Mega Mendung, motif batik pesisiran khas Cirebon.Foto: Bud

Solo Jakarta, Refleksi Dari Tradisi Menjaga Warisan Adiluhung Bangsa

Puncak pelaksanaan Hari Batik Nasional 2019 akan dilaksanakan di dua kota, Solo dan Jakarta. Pada tanggal 2 Oktober 2019, bertempat di Puri Mangkunegaran Solo, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo, bersama 500 pengrajin batik Solo akan membatik bersama.

Ketua Panitia Hari Batik Nasional 2019, Ibu Diana Santosa, menyampaikan,”kehadiran Presiden Republik Indonesia, didampingi Ibu Negara, merupakan simbol dukungan dan kecintaan pemerintah dan masyarakat terhadap batik Indonesia. Serta dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian RI, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Luar Negeri RI, Djarum Foundation, serta berbagai pihak.

Yuk…Berburu Batik Dengan Harga Promo

Agenda yang paling banyak di tunggu Hut ke 29 Yayasan Batik Indonesia adalah Pameran dan Pasar Batik Rakyat yang menjual batik tulis dan cap langsung dari pembatik, dengan harga promosi.

Acara akan diadakan di Plaza Kementerian Perindustrian, tanggal 24 – 27 September 2019. Pameran akan dilanjutkan dengan peluncuran website www.yayasanbatikindonesia.com. Dimeriahkan pula dengan peragaan busana oleh desainer Yayasan Batik Indonesia dengan pemeraga ibu duta besar negara sahabat.
Jangan lupa untuk mengikuti talkshow tren batik kekinian ” Batik Di atas Tenun Serat Alam”, oleh Myra Widiono, Warlami dan Benny Ardianto serta “Batik SulamTenun”, dan Fashion Show oleh Rajib Nasrudin. (Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here