25 May 2024 - 06:20 6:20

7 Kontroversi Sepak Bola Indonesia Paling Viral

wartapenanews.com – Tidak hanya industri hiburan, dunia sepak bola Indonesia pun tak lepas dari kontroversi. Bisa dibilang kontroversi yang terjadi ini mencakup banyak elemen, mulai dari yang terjadi langsung di lapangan hingga ke ranah federasi.

Berikut rangkuman beberapa kasus sepak bola Indonesia paling viral dan telah mencoreng nama baik olahraga paling populer di Nusantara ini.

Daftar Kasus Sepak Bola Indonesia yang Paling Viral
1. Piala Tiger 1998: Antara Indonesia dan Thailand
Kita mulai dari kontroversi kancah Internasional. Tepatnya saat laga Indonesia vs Thailand dalam ajang Piala Tiger 1998 yang sekarang sudah berubah menjadi Piala AFF.

Dikutip dari Bola.com, kala itu tim Garuda berniat menghindari tuan rumah, tim Vietnam pada babak semi final. Mursyid Effendi yang saat itu sebagai bek, dengan sengaja menendang bola ke gawang sendiri saat skor imbang 2-2. Indonesia pun harus menerima kekalahannya dengan skor 2-3 dari tim lawannya Thailand.

Karena perbuatannya, Mursyid mendapat hukuman dilarang tampil di lapangan internasional seumur hidup. Indonesia pun tak ayal mendapatkan hukuman dari FIFA, yaitu denda sebesar 40 ribu Dollar Amerika.

Akibat kejadian ini pula, Ketua Umum PSSI, Azwa Anas mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh Agum Gumelar.

2. Mafia Wasit Liga Indonesia 1998
Rakernas PSSI 1998 sempat dihebohkan dengan pernyataan Manajer Persikab Bandung, Endang Sobarna tentang adanya wasit kotor di Liga Indonesia. PSSI saat itu masih dipimpin oleh Azwar Anas, akhirnya beliau pun mengambil tindakan untuk membuat Satgas Anti Mafia Bola untuk mengusut dugaan itu.

Penelusuran dilakukan dan keluarlah beberapa nama seperti Halik Jiro, R. Pracoyo dan Khairul Agil. Nama Jafar Umar selaku Wakil Ketua Komisi Wasit juga tak terhindar dari kasus ini.

Tercatat ada 40 nama yang menjadi terdakwa dalam kasus pengaturan skor atau match fixing ini. PSSI pun akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Jafar Umar dengan melarang keterlibatannya dalam sepak bola Indonesia seumur hidupnya.

Sebelum berpulang pada Mei 2012, Jafar sempat buka suara tentang kasusnya ini. Ia menyebutkan bahwa dirinya hanya kambing hitam para petinggi PSSI. Namun pria asal Pare-Pare ini tidak pernah menyebutkan nama siapa oknum PSSI yang ia maksudkan itu.

3. Surat Kaleng Piala AFF 2010
Dilansir dari CNN, kontroversi lain dalam Piala AFF terjadi ketika tim Garuda yang menguasai klasemen sejak awal justru pulang sebagai runner-up karena kalah agregat 2-4 dari Malaysia. Kontroversi ini mencuat seiring tersebarnya surat kaleng di berbagai platform media massa.

Kedapatan dua nama petinggi PSSI yang diduga menjadi oknum yang menjual pertandingan leg pertama pada final Piala AFF 2010. Pemberitaan ini muncul yang setelahnya menyusul aduan Eli Cohen kepada Presiden SBY melalui surat elektronik.

Bertajuk “Mohon Penyelidikan Skandal Suap Saat Piala AFF di Malaysia” surat elektronik ini juga dikirimkan ke Menpora, Ketua KONI, Ketua KPK dan Ketua DPR. Eli Cohen melalui suratnya menyebutkan sejumlah petinggi PSSI meraup keuntungan dari kontroversi sepak bola ini.

4. Sepak Bola Gajah 2014: PSS vs PSIS

Tangkapan layar dari rekaman pertandingan PSS vs PSIS tahun 2014. Sumber: Youtube/Diedie
Akhir Oktober 2014, terjadi insiden yang menambah boroknya sepak bola Indonesia. Saat itu, PSS Sleman bertemu dengan PSIS Semarang dalam babak delapan besar di ajang Divisi Utama Liga Indonesia 2014.

PSS menjadi pemenang dengan skor 3-2. Namun hasil ini justru terasa janggal. Selama pertandingan, semua gol itu dicetak melalui gol bunuh diri. Baik PSS dan PSIS sama-sama tidak ini keluar sebagai pemenang karena tidak ingin melawan Borneo FC.

Akibat peristiwa yang berlangsung di Kota Gudeg ini, tak hanya menjadi kontroversi sepak bola Indonesia. Citra buruk juga tak terhindarkan di mata FIFA. Hal ini menyebabkan Indonesia tidak boleh mengikuti kompetisi Asia serta dilarang menggelar liga sepak bola dalam periode 2015/2016.

5. Dualisme Kompetisi
Kala itu dalam bawahan Djohar Arifin, PSSI mengambil langkah ekstrem dengan melakukan perombakan sistem kompetisi. Penggantian nama Indonesia Primer League (IPL) menjadi Indonesia Super League (ISL) yang merupakan peninggalan dari kepengurusan Nurdin Halid.

Selain merombak format liga, keputusan ini juga berujung membuat klub-klub PSSI terpecah belah. Sebagian besar memilih berkompetisi di ISL hingga menyebabkan dualisme kompetisi. Selama kepengurusan Djohar, PSSI malah makin tidak solid.

Klub-klub yang memilih mengikuti kompetisi di ISL berakhir tidak diakui AFC bahkan FIFA. Kasus ini menambah daftar kontroversi sepak bola Indonesia hingga mengakibatkan PSSI dibekukan oleh FIFA pada 2015 sampai 2016.

6. Dokter Gadungan PSS Sleman
Tahun 2021 lalu, tidak hanya menjadi tahun kebangkitan sepak bola yang sempat mati suri karena pandemi. Namun juga menjadi tahun yang mewarnai dunia sepak bola dengan kontroversi. Yakni skandal dokter gadungan PSS Sleman di Liga 1.

Pernyataan dari Prof. Samsul selaku Rektor Universitas Syiah Kuala yang saat itu dimintai keterangan oleh polisi. Bahwa Elwizan Aminuddin tidak pernah tercatat di Fakultas Kedokteran USK Banda Aceh. Sang rektor pun mengaku pihak kampus tidak pernah mengeluarkan ijazah atas nama yang bersangkutan.

“Kan ada pendataan, yang bersangkutan tidak pernah tercatat, tidak pernah Unsyiah mengeluarkan ijazah atas nama Elwizan Aminuddin. Bisa dicek di PD DIKTI”, ujarnya.

Setelah kasus ini ramai di media, Andy Wardhana selaku Dirut PSS Sleman mengungkapkan pengunduran diri Elwizan Aminuddin secara lisan pada awal Desember 2021.

7. Tragedi Kanjuruhan
Masuk dalam urutan terakhir kasus sepak bola Indonesia paling heboh, yaitu tragedi Kanjuruhan di Malang. Peristiwa ini terjadi usai pertandingan Arema FC yang kalah melawan Persebaya, dengan skor 2-3.

Menurut beberapa sumber, kejadian ini didasari karena kekecewaan suporter akan timnya yang kalah. Sejumlah suporter turun ke lapangan dan berusaha mencari para pemain untuk melampiaskan kekecewaannya.

Polisi yang saat itu berjaga, menembakkan gas air mata dengan maksud meredakan tindakan agresif suporter. Bukannya meredakan suporter, yang ada justru memakan korban hingga ada yang meninggal dunia.

Karena tragedi ini, menurut keterangan Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta yang dikutip dw.com, “Terjadi penumpukan, di dalam proses penumpukan itulah banyak yang sesak nafas, kekurangan oksigen”, ujarnya.

Kejadian ini juga membuat Presiden Jokowi akhirnya turun tangan dan langsung memberi arahan khusus kepada Menkes Budi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa. Jokowi ingin semua korban mendapatkan pelayanan terbaik. (mus)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
24 May 2024 - 14:25
Libur Panjang, 292 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

WARTAPENANEWS.COM – PT Jasa Marga mencatat sebanyak 292.820 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek sejak 22 hingga 23 Mei 2024, atau periode libur Hari Raya Waisak 2024. Marketing & Communication Department Head/Pgs

01
|
24 May 2024 - 14:09
100 Orang Diperkirakan Tewas akibat Tanah Longsor di Papua Nugini

WARTAPENANEWS.COM – Tanah longsor di sebuah desa terpencil di bagian utara Papua Nugini menewaskan sekitar 100 orang. Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Jumat (24./5/2024) mengatakan jenazah sedang dievakuasi setelah tanah

02
|
24 May 2024 - 13:39
Sejak 2023, 22 Ribu Konten Judi Online Susupi Situs Pemerintah

WARTAPENANEWS.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan sebanyak lebih 22 ribu konten judi online susupi situs pemerintah sejak tahun 2023 hingga 22 Mei 2024. Budi Arie

03