Anatomi Dinasti Politik Indonesia

Christianto Wibisono

Oleh: Christianto Wibisono penulis buku Kencan dengan Karma dan Kencan 69 Dinasti Menteng.

Pengkajian Anatomi Dinasti Politik Indonesia, memperkenalkan nomenklatura NIM Nomor Induk Menteri. Setiap orang yang pernah menjadi menteri kabinet mendapat satu NIM meski berulang kali kemudianmenjabat beda portofilio pada kabinet lain. Presiden Sukarno sekalu PM kabinet presidensial pertama 19 Agustus 1945-14 November 1945 memperoleh NIM 001 dan Wapres Bung Harra 002 .

Kabinet Presidensial pertama terdiri atas 21 orang dengan Menteri Negara Otto Iskandar Dinaa di NIM 021. Menteri Negara Wahid Hasyim NIM 019 yang lahir 1 Juni 1914 akan menjadi Menteri Agama Kab Pres, kab Syahrir III, kab RIS, Natsir dan Sukiman telah wafat pada insiden lalulintas diCimahi 19 April 1953 dalam usia 39 tahun. Putranya Abdurahman Wahid 482 dikenal dengan nama Gus Dur akan menjadi Presiden RI ke-4 pada 1999-2001. 2 keponakan Gus Dur, Muhaiman an Abdul Halim iskandar akan menjadi anggota kabinet sehingga dinasti Hasyim Ashari (ayah Wahid Hasyim) akan memiliki 4 anggota keluarga dalam kabinet. Meskipun belum tentu berarti nepotisme, sebab hubungan antara keluarga Gus Dur dengan sepupu Iskandar justru “tidak ramah” dalam karir politik mereka.

Pemegang rekor dinasti politik Indonesia adalah duet keluarga Sumitro Soeharto. Prof Sumitro Djojohadikusumo NIM 119 akan menjadi Menteri Perindag pada Kabinet Natsir 1950, kemudian menjadi Menkeu Kabinet Wilopo dan Kabinet BH. Sebelum ikut pembrontakan PRRI Permesta 1958 dan mengasingkan diri keluar negeri selama 10 tahun. Tahun 1968 ia dipanggil pulang oleh Presiden Soeharto dan diangkat menjadi Menteri Perdagangan Kabinet Pembangunan I 1968-1973. Pada kabinet Pembangunan II Sumitro hanya diangkat menjadi Menteri urusan Riset. Tapi kualitas primanya membuat Sumitro menciptakanTata Ekonomi Baru Indonesia tahun 2000.

Soeharto memperoleh NIM 291 karena baru masuk jadi anggota kabinet sejak diangkat menggantikan alm Yani pada 14 Oktober 1965. Keduanya menjadi besan pada 1983 dan Soeharto mengangkat menantu Sumitro, Sudrajad Djiwandono yang lahir 7 Agustus 1938 menjadi Menmud Perdagangan 1988-1993 dan Gubernur Bank Indonesia 1993-1998. Krismon 1998 mengakibatkan keretakan antar besan sehingga sebelum kabinet berakhir pada 11 Feb 1998 Soeharto mengganti Sudrajad dengan Syahril Sabirin. Krismon tak terkendali dan Soeharto lengser mewariskan konflik dan perceraian kedua besan dan kedua keluarga pasca insiden Mei 1998.

Prabowo bercerai dari Titiek dan prof Sumitro menulis buku yang membela putranya dan menilai mertua anaknya tidak adil dalam pemecatan dari jabatan Pangkostrad dan penghentian karir militer Prabowo. Kabinet terakhir Soeharto memang diisi oleh putri sulungnya Siti Hardianti Rukmana sebagai Mensos dan kroni konglomerat Bob Hasan sebagai Menperindag. Bob Hasan telah lunas “membayar” keterkaitan dengan dipidana karena tuduhan korupsi .

Sekarang 21 tahun setelah krismon dan lengser, terjadilah keajaiban politik karena mendadak Prabowo berdamai dengan Presiden petahana Jokowi yang menenangkanpemilu untuk periode kedua. Justru sekarang Prabowo balik lagi ke politik dan menjadi Menhan,maka keluarga ex besan ini menjadi keluarga dinasti politik modern yang memiliki 5 menteri kabinet dari total 745 menteri kabinet Indonesia.

Penelusuran PDBI menemukan 6 keluarga dengan 3 anggota kabinet yaitu 1. Bung Karno – Megawati Puan Maharani; 2. Ali Sastroamijoyo – Hamdani – Ali Wardhana, – 3. Hartarto- Laksamana Sukardi- Airlangga Hartarto, 4. Achmad Tahir – Agum Gumelar – Linda Gumelar. 5 Mochtar Kusuma Atmaja- Sarwono Kusuma Atmaja– Armida 6. Erna Witular – Rachmat Witular –Nafsiah Mboi
Sembilan pasangan ayah anak adalah 1.Bung Hatta – Meutia Hatta 2. DR Sudarsono – DR Juwono Sudarsono 3. Anak Agung Gde Agung Sr dan Anak Agung Gde Agng Jr 4 Syaifudin Zuhri – Lukman Hakim Syaifudin 5.Mr Sumarno – Rini Sumarno 6 Sumantri Brojonegoro – Bambang Brojonegoro 7. Ginanjar Kartasasmita – Agus Gumiwang Kartasasmita 8. Susilo Sudarman – Dwi Indroyono Susilo 9 Theo Sambuaga – Jerry K Sambuaga

Tiga pasangan suami istri adalah 1 DR Ir Syarifudin Baharsyah – Yustika Baharsyah 2. Faried Anfasa Moeloek – Nila Moeloek 3. I Gusti Ngurah Puspayoga – I Bintang Darmavati. Empat pasangan kakak beradik –1. Ir Herling Laoh (adik) – Ir Frits Laoh (kakak) 2. Hadi Thayeb- Syarif Thayeb 3 Hartawan Wiryodiprojo – Hartono Wiryodiprojo 4. Quraish Shibah – Alwi Shihab Dua pasangan paman keponakan 1 H Agus Salim – Emil Salim, 2 Maruto Darusman – Marzuki Darusman. Satu pasangan mertua menantu Try Sutrisno – Ryamyzard Ryacudu.Satu pasangan besan SBY – Hatta Rajasa. Satu pasangan kakek cucu AR Baswedan – Anies R Baswedan

Itulah 69 kekerabatan dinasti NIM Menteng hanya 9 % dari total 745 orang Indonesia yang menjadi menteri kabinet selama 75 tahun merdeka. Drama dinasti ini pasti akan terus berlangsung sampai pemilihan umum 2024. Dengan menantu dan putra Presiden petahana masuk gelanggang pilwalkot Medan dan Solo sekaligus. Tapi pendatang baru non dinasti tidak perlu takut bersaing dengan kerabat dinasti. Sebab kerabat dinasti bisa juga punya konflik internasl sendiri yang terkadang malah bisa menghancurkan struktur kekuasaan mereka sendiri .Seperti terbukti ketika Dewan Besan Suharto Sumitro pecah Mei 1998 maka justru akan lengser secara tragis dengan perpecahan keluarga.
Syukur Presiden Jokowi justru sukses rujuk dengan Prabowo secara tuntas bahagia sekerabat oligarki Dinasti Menteng era milenial.

Ditengah kemelut pemakzulan Presiden Trump oleh Kongres AS yang masih harus disetujui oleh Senat pada sidang pemakzulan final Januari 2020, kita semua patut merenungkan sejarah dinasti poliitk Indonesia yang tidak bisa berbeda jauh dengan dinasti politik AS. Keluarga Sukarno Soeharto Sumitro sudah identik dengan keluarga Kennedy dan atau Bush, . Sebuah buku terbitan 2003 oleh Adam Bellow berjudul In Praise of Nepotism menelusuri riwayat nepotisme sejak zaman Paus kuno di Eropa hingga dinasti politik modern di Eropa dan AS. Indonesia mempunyai dinastinya sendiri baik zaman Mataram Ken Arok maupun zaman Bung Karno – MbakPuan Mas Bowo. Riwayat jatuh bangun kabinet dengan 10 PM dan 7 presiden selama kurun waktu 75 tahun memberi pelajaran berharga agar nation state Indonesia tidak pecah seperti Yugoslavia. Meskipun salah satu capres 2024 bernama Tito Karnavian yang namanya barangkali diilhami Presiden legendaris Josip Broz Tito. (*)