25 May 2024 - 05:58 5:58

Angka Golput di Pemilu 2019 Diprediksi Masih Tinggi

WartaPenaNews, Jakarta – Potensi masyarakat yang tidak memilih atau akrab disebut dengan golongan putih (golput) pada Pemilu 2019 diprediksi masih akan tinggi.

Akademisi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menganggap, mereka yang tidak menggunakan haknya untuk memilih diprediksi akan didominasi oleh pemilih pemula. Selain tidak mengenal tugas dan kewajiban wakil rakyat. Pemilih pemula juga dinilai tidak terlalu mengerti pentingnya memilih pemimpin.

Lanjut Emrus mengatakan, masyarakat yang golput akan didominasi oleh pemilihan calon legislatif. Baik tingkat kabupaten/kota, provinsi sampai DPR RI. Bukan tanpa alasan, malasnya masyarakat memilih calon legislatif dipengaruhi beberapa sebab.

“Salah satunya ketidakpercayaan para pemilih terhadap calon. Termasuk kinerja di parlemen juga banyak dipertanyakan,” tegas Emrus akhir pekan kemarin.

Selain kepercayaan publik kepada parlemen kurang, gembar-gembor kampanye mereka juga dinilai kurang. Masyarakat lebih fokus kepada pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Wacana pemilihan pileg tidak tampak ke permukaan. Sejumlah media baik nasional maupun lokal juga terfokus kepada pilpres. Sedangkan kampanye yang dilakukan oleh caleg hanya bersifat door to door. Jarang dari mereka yang menggunakan media massa seabgai alat kampanye,” terangnya.

“Untuk pemilih presiden, tingkat partsipasi publik masih tinggi. Mereka sudah menunjukkan perbedaan. Publik akan benondong-bondong menentukan suaranya,” terang Emrus.

Menurutnya, kedua capres baik Jokowi maupun prabowo sudah memiliki pemilih masing-masing. “Terlebih, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri,” imbuhnya kembali.

Emrus memprediksi, untuk tingkat golput pada pilpres hanya berkisar di bawah 20 persen dari total keseluruhan pemilih. Berbeda dengan pileg, menurut Emrus kepercayaan publik juga sudah tergerus. Terlebih mencuatnya sejumlah nama caleg yang pernah terjerat kasus korupsi.

“Hal ini dinilai mempunyai dampak kepada masyarakat. Mereka sudah antipasti kepada caleg sehingga enggan memilih,” tandasnya.

Terpisah, Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, mereka yang berpotensi golput adalah swing voters. Atau mereka yang belum menentukan pilihannya. “Mereka bingung kepada caleg yang akan dipilih. Selain tidak mengenal dekat, banyak program yang tidak tersampaikan kepada pemilih,” terangnya.

Berbeda dengan pilpres, dari 2014 lalu, Ujang menuturkan masyarakat sudah terpolarisasi dua kubu. Yakni Jokowi dan Prabowo. Dan kali ini rematch. “Saat ini sudah terpolarisasi. Ada pemilih yang loyal kepada dua kubu. Sehingga angka golput untuk pilpres sangat kecil, kata Ujang

Ujang memprediksi, angka golput untuk swing voters cukup tinggi. Bisa mencapai 30 persen. Atau tidak jauh berbeda dengan angka golput pada pemilu 2014. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
24 May 2024 - 14:25
Libur Panjang, 292 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

WARTAPENANEWS.COM – PT Jasa Marga mencatat sebanyak 292.820 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek sejak 22 hingga 23 Mei 2024, atau periode libur Hari Raya Waisak 2024. Marketing & Communication Department Head/Pgs

01
|
24 May 2024 - 14:09
100 Orang Diperkirakan Tewas akibat Tanah Longsor di Papua Nugini

WARTAPENANEWS.COM – Tanah longsor di sebuah desa terpencil di bagian utara Papua Nugini menewaskan sekitar 100 orang. Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Jumat (24./5/2024) mengatakan jenazah sedang dievakuasi setelah tanah

02
|
24 May 2024 - 13:39
Sejak 2023, 22 Ribu Konten Judi Online Susupi Situs Pemerintah

WARTAPENANEWS.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan sebanyak lebih 22 ribu konten judi online susupi situs pemerintah sejak tahun 2023 hingga 22 Mei 2024. Budi Arie

03