26 May 2024 - 04:28 4:28

Baru Diresmikan, Tol Trans Jawa Sudah Rusak

WartaPenaNews, Jakarta – Jalan Tol Trans Jawa ruas Salatiga-Kartasura yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo belum lama ini, mengalami kerusakan berupa keretakan pada jalan. Bahkan pondasi penahan ruas tol kanan-kirinya juga mengalami longsor.

Amblasnya tol tersebut berada di Kilometer 491 atau kawasan timur Balai Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali dan ruas jalan Tol Pemalang-Batang KM 321 menuju Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) sebagai pengelola tol sendiri menjelaskan, bahwa terjadinya longsor disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup deras dan saluran air yang belum selesai pengerjaannya. Terlebih, posisi jalan tol di daerah tersebut lebih tinggi sekitar 5 meter dibandingkan dengan areal persawahan di kanan-kirinya.

“Jalan tol tersebut ditinggikan dengan timbunan tanah dan untuk menahan timbunan tanah itu dibangun talut. Talut sebenarnya masih dalam pengerjaan tetapi karena jalan tol Salatiga-Colomadu difungsikan untuk libur Natal dan Tahun Baru,” kata Direktur Teknik PT JSN, Aryo Gunanto, dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (21/1).

Dia menambahkan, Tanah longsor pada talut dipicu kondisi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Selain itu, ada saluran air yang belum sempurna pengerjaannya sehingga timbul rongga yang kemudian terjadi longsor akibat tergerus air hujan.

Kendati demikian, kendaraan yang melintas jalan tol baik dari Salatiga- Colomadu atau sebaliknya tetap lancar. Kendaraan yang melintas tidak sampai terganggu akibat talut longsor. JSN akan melanjutkan pekerjaan talut dan saluran air di ruas tol tersebut dan memasang rubber cone untuk mengamankan lokasi.

Sementara itu, PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) selaku pengembang di ruas tol kilometer 321 menjelakan, saat ini kerusakan tersebut tengah dilakukan penanganan. Longsoran tanah yang menutupi jalan desa sudah pindahkan, dan kini kami masih menangani kerusakan pada ruas tol kilometer 321.

“Retakan akan ditambal, sementara penahan ruas tol yang longsor akan dilakukan pengecoran ulang,” ujar Humas SMJ, Damanhuri.

Menananggapi peristiwa rusaknya ruas tol Trans Jawa yang baru saj diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) menilai bahwa, pembangunan ruas tol Trans Jawa ini tidak memiliki perencanaan yang bagus. Bahkan dia melihat, proyek infrastruktur ini terkesan kejar target.

“Membangun kontruksi ini kan, memang harus direncanakan dengan baik, perencanaannya harus baik, pengawasannya juga harus baik, tidak harus mengejar target atau bagaimanpun pekerjann cepat selesai. Akan tetapi bagaimana menjaga kualitas dan mutu,” kata Sekjen Gapensi, Andi Rukman Karumpa.

Andi menambahkan, terjadinya peristiwa longsornya di ruas badan tol Trans Jawa, tidak semata-mata menyalahkan kondisi curah hujan yang tinggi. Menurutnya, pemerintah dan pengembang utamnya harus memperhatikan proyek pekerjaan tersebut sesuai dengan spesifikasinya.

“Yaa tidak boleh juga kita mempermasalahkan curah hujan, akan tetapi bagaimana pekerjaan harus berjalan sesuai dengan spek. Saya juga tidak menuduh bahwa pekerjaan itu tidak sesuai spek. Tapi kalo perencanaannya bagus, pengawasannya bagus, pasti kualitasnya juga bagus,” ujarnya.

“Kalau curah hujan cukup tinggi, harusnya pekerjaan tol itu tiap hari harus di maintenance ya kan, dilihat supaya tidak ada air yang tergenang disitu. Nah, karena pembuangannya engga bagus ya seperti itu,” tambahnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
25 May 2024 - 12:41
Terjadi Lagi, Bus Rombongan Study Tour Alami Kecelakaan di Sumsel

WARTAPENANEWS.COM – Kecelakaan bus rombongan study tour kembali terjadi, kali ini dialami oleh bus membawa rombongan study tour Sekolah Dasar (SD) yang diduga dari Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Sumatera

01
|
25 May 2024 - 11:38
Di Wilayah Ini, Kendaraan Tanpa Pelat Nomor Makin Marak

WARTAPENANEWS.COM –  Kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil tanpa pelat nomor (TNKB) kembali marak di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Ironisnya, para pengemudi kendaraan ini rata-rata mengemudi secara ugal-ugalan

02
|
25 May 2024 - 10:39
Makin Meluas, Ada 47 RT di Jakarta yang Terendam Banjir

WARTAPENANEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya mulai Jumat (24/5), menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah wilayah, Sabtu (25/5). BPBD DKI melaporkan, banjir siang ini meluas hingga ke

03