Benarkah Berjemur di Bawah Matahari Bisa Cegah Virus Corona?

Ilustrasi berjemur Foto: Tribun Travel - Tribunnews.com

WartaPenaNews, Jakarta – Badan Kesehatan Dunia (WHO) saat ini telah menetapkan wabah virus corona atau COVID-19 sebagai pandemi. Meski telah menginfeksi puluhan ribu jiwa dan memicu kematian ribuan orang, kabar baiknya bahwa virus corona ini mampu dilawan dengan sistem imunitas yang baik.

Sinar matahari disebut-sebut sebagai sumber alami yang mampu menangkal beragam jenis bakteri dan virus termasuk virus corona jenis baru itu. Lantas, apakah benar, cukup dengan berjemur dapat membunuh virus dan bakteri yang bersarang di tubuh?

“Enggak bisa. Kalau misal gunakan sinar (lampu khusus), memang bisa mematikan virus, bakteri atau jamur. Kalau secara ilmiah dari sinar matahari, ya enggak bisa,” ujar spesialis penyakit dalam, dr Suzy Maria Sp.PD Kamis, 12 Maret 2020.

Baca Juga: Pembangunan RS Khusus Penderita Corona Akan Rampung Pada 28 Maret

Meski begitu, sinar matahari terbukti baik dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh, yang mana mampu menangkal serangan virus. Dengan berjemur, sinar matahari mampu membuat tubuh membentuk vitamin D yang dibutuhkan dalam menjaga kekebalan tubuh.

“Vitamin D kita produksi sendi?i dengan paparan sinar matahari. Vitamin D baik untuk kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan paparan sinar matahari yang baik, dibutuhkan untuk berjemur pada rentang waktu pukul 10 pagi hingga pukul 1 siang. Namun, durasi berjemurnya sendiri tak boleh lebih dari 10 menit.

“Vitamin D paling banyak dan baik jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Enggak boleh terlalu lama. 10 menit cukup, asal terpapar langsung (tidak tertutup pakaian). Kalau terlalu lama berisiko kanker kulit,” jelasnya. (mus)