20 May 2024 - 00:46 0:46

Dua Dampak Negatif Pasca Penghentian Ekspor CPO Indonesia

WartaPenaNews, Jakarta – Penghentian ekspor kelapa sawit mentah atau crued palm oil (CPO) berdampak besar bagi Indonesia. Karena selama ini ekspor Indonesia untuk CPO, salah satu penyumbang ekspor terbesar.

Pemerintah, harus segera mencari produk ekspor alternatif untuk menjaga neraca dagang agar defisit tidak semakin melebar akibat penghentian ekspor sawit.

Tindakan diskriminatif dan penghentian ekspor CPO Indonesia oleh Uni Eropa (UE), memicu reaksi keras pemerintah Indonesia. Apabila Uni Eropa tetap tidak menggunakan CPO Indonesia, maka memungkinan Indonesia akan memboikot produk-produk Uni Eropa di dalam negeri.

Soal dampak penghentian ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, ada dua dampak negatif yang ditimbulkan.

Pertama, efek kebijakan Uni Eropa itu membuat permintaan ekspor Indonesia akan terganggu. Ini harus diwaspadai. “Walaupun porsinya kita ekspor sawit ke Eropa cuma 14% ya, memang nggak ada apa-apanya dibandingkan India. Tapi dikhawtairkan akan ganggu permintaan ekspor,” ujar Bhima, Jumat (22/3).

Lanjut Bhima, saat ini para importir di Eropa sudah mulai untuk mengurangi permintaan CPO dari Indonesia. Jika ini dibiarkan, maka harga sawit Indonesia makin anjlok. “Mereka mungkin 2024 akan mulai cari pengganti sawit sehingga ini bisa menekan harga sawit lebih rendah dalam jangka waktu yang cukup panjang,” ucap Bhima.

Semakin diperparah, kata Bhima, negara-negara lain, terutama mitra dagang Uni Eropa akan mengurangi ekspor CPO asal Indonesia. Bahkan, dikhawatirkan menghentikan ekspor sawit sama sekali.

Negara-negara mitra Uni Eropa seperti Filipina, India, Rusia atau Eropa Timur. “Kedua, kita khawatirkan indeologi proteksionisme akan menyebar ke negara-negara di sekitar eropa dengan rantai pasok atau hubungan dagang dengan Eropa,” ujarnya.

Tentu saja, imbasnya akan merusak harga sawit dan melemahkan ekspor dalam waktu yang cukup lama. “Efeknya akan jangka panjang merusak harga sawit, dan merusak permintaan ekspor,” tambahnya. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
18 May 2024 - 12:19
Sosok Ayah Pacar Vina Cirebon Ternyata Seorang Perwira Polisi

WARTAPENANEWS.COM –  Ternyata sosok ayah pacar Vina Cirebon yang tewas dibunuh seorang Perwira Polisi. Diketahui, kasus Vina kembali jadi perhatian masyarakat setelah diangkat ke layar lebar pada 2024 dengan judul

01
|
18 May 2024 - 11:17
Gegara Perang Gaza, Ada Perpecahan Dalam Kabinet Israel

WARTAPENANEWS.COM –  Satu demi satu perpecahan dalam kabinet Israel terkait perang di Gaza mulai terungkap. Menteri Pertahanan Yoav Gallant secara terbuka menuntut strategi yang jelas dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,

02
|
18 May 2024 - 10:15
Pejabat Kemenhub yang Buat Sumpah Sambil Injak Al-Quran, Dilaporkan ke Polisi

WARTAPENANEWS.COM – Pejabat Kementerian Perhubungan bernama Asep Kosasih dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Laporan itu dibuat berdasarkan sebuah video viral yang menampilkan Asep sedang melakukan sumpah

03