3 Februari 2023 - 14:08 14:08

Dua Dampak Negatif Pasca Penghentian Ekspor CPO Indonesia

WartaPenaNews, Jakarta – Penghentian ekspor kelapa sawit mentah atau crued palm oil (CPO) berdampak besar bagi Indonesia. Karena selama ini ekspor Indonesia untuk CPO, salah satu penyumbang ekspor terbesar.

Pemerintah, harus segera mencari produk ekspor alternatif untuk menjaga neraca dagang agar defisit tidak semakin melebar akibat penghentian ekspor sawit.

Tindakan diskriminatif dan penghentian ekspor CPO Indonesia oleh Uni Eropa (UE), memicu reaksi keras pemerintah Indonesia. Apabila Uni Eropa tetap tidak menggunakan CPO Indonesia, maka memungkinan Indonesia akan memboikot produk-produk Uni Eropa di dalam negeri.

Soal dampak penghentian ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, ada dua dampak negatif yang ditimbulkan.

Pertama, efek kebijakan Uni Eropa itu membuat permintaan ekspor Indonesia akan terganggu. Ini harus diwaspadai. “Walaupun porsinya kita ekspor sawit ke Eropa cuma 14% ya, memang nggak ada apa-apanya dibandingkan India. Tapi dikhawtairkan akan ganggu permintaan ekspor,” ujar Bhima, Jumat (22/3).

Lanjut Bhima, saat ini para importir di Eropa sudah mulai untuk mengurangi permintaan CPO dari Indonesia. Jika ini dibiarkan, maka harga sawit Indonesia makin anjlok. “Mereka mungkin 2024 akan mulai cari pengganti sawit sehingga ini bisa menekan harga sawit lebih rendah dalam jangka waktu yang cukup panjang,” ucap Bhima.

Semakin diperparah, kata Bhima, negara-negara lain, terutama mitra dagang Uni Eropa akan mengurangi ekspor CPO asal Indonesia. Bahkan, dikhawatirkan menghentikan ekspor sawit sama sekali.

Negara-negara mitra Uni Eropa seperti Filipina, India, Rusia atau Eropa Timur. “Kedua, kita khawatirkan indeologi proteksionisme akan menyebar ke negara-negara di sekitar eropa dengan rantai pasok atau hubungan dagang dengan Eropa,” ujarnya.

Tentu saja, imbasnya akan merusak harga sawit dan melemahkan ekspor dalam waktu yang cukup lama. “Efeknya akan jangka panjang merusak harga sawit, dan merusak permintaan ekspor,” tambahnya. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
film
Deretan Film Semi China Terbaik
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
satu 1
Harry Tanoe Mundur dari Dirut MNC Digital (MSIN)
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
satu 1
Wowon Erawan Tega Membunuh Anaknya, Ini Alasannya

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
3 Februari 2023 - 12:13
Viral, Siswa Teladan di SMA Kotamobagu Dianiaya hingga Babak Belur

wartapenanews.com  -  Seorang siswa teladan dari SMA Negeri 1 Kota Kotamobagu di Sulawesi Utara (Sulut) bernama Aldi, dianiaya atau dikeroyok oleh belasan siswa lainnya hingga babak belur dan harus dibawa

01
|
3 Februari 2023 - 11:07
Hujan Deras di Gunungkidul Menyebabkan Tanah Longsor

wartapenanews.com  - Hujan deras yang mengguyur Gunungkidul, Kamis (2/2/2023) malam memicu beberapa bencana tanah longsor. Hujan yang mulai pukul 19.00 WIB mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik. Tak hanya itu,

02
|
3 Februari 2023 - 10:06
Anggota DPRD Pekalongan Ditangkap saat Pesan Sabu

wartapenanews.com  -  Seorang anggota DPRD Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berinisial JZ (53) ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. JZ ditangkap di rumah rekannya pada Minggu 29 Januari 2023 kemarin.

03