7 Februari 2023 - 08:54 8:54

Elektabilitas Meningkat, PKS Optimis Lampaui Target

WartaPenaNews, Jakarta – Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Jazuli Juwaini, menegaskan bahwa PKS optimis melampaui target perolehan suara 12 persen yang telah ditetapkan DPP. Hal itu diutarakannya dengan berkaca dari hasil survei trend elektabilitas partainya yang terus meningkat.

“Kita tidak mendahului takdir, tapi optimisme dalam perjuangan itu penting karena ‘Allah dalam persangkaan umat-Nya’. Dan kita tidak berpangku tangan. Kita berjuang dengan komitmen kerakyatan yang kuat serta program dan strategi yang jelas dan terukur,” kata Jazuli saat ditemui di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1).

Anggota Komisi I ini menegaskan dengan perolehan kursi maksimal PKS ingin memastikan program-program pro rakyat pasangan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa berjalan dengan baik. Demikian halnya dengan program-program kerakyatan dan keummatan PKS bisa terwujud tanpa kendala berarti.

“PKS punya program riil yang menyentuh kebutuhan rakyat. Terdepan dalam mewujudkan kedaulatan pangan dengan tegas menolak impor beras dan komoditas pertanian lainnya. PKS juga menjanjikan pembebasan pajak kendaraan roda dua dan SIM seumur hidup. Selain itu, PKS mengusulkan upaya pemuliaan dan perlindungan ulama dan simbol-simbol agama agar Indonesia berkah bermartabat,” ungkap Jazuli.

Sebelumnya, Fraksi PKS DPR RI menghelat acara konsolidasi nasional Anggota DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota PKS seluruh Indonesia pada 29-31 Januari 2019 di Hotel Sahid Jaya Jakarta Pusat. Acara ini dimaksudkan untuk mengkonsokidasikan semangat dan gerak langkah kemenangan PKS di 2019 baik dalam pemilu legislatif maupun pilpres.

Menurut Ketua Panitia yang sekaligus Sekretaris Fraksi PKS Sukamta acara konsolidasi akan dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) yaitu Ketua Majelis Syuro, Presiden PKS, dan lain-lain yang akan memberikan arahan kemenangan. Panitia juga mengundang Calon Presiden RI 2019 Prabowo Subianto untuk memberikan orasi politiknya. Pembukaan, arahan pemenangan PKS dan orasi politik Calon Presiden RI akan dilaksanakan besok Rabu (30/1).

“Selain itu acara akan diisi dengan political update, presentasi strategi dan hasil survei, serta komunikasi politik praktis oleh tim Pemenangan Pemilu Pusat PKs dan para ahli seperti Rocky Gerung dan Hendri Satriyo. Kita ingin memastikan Anggota dewan PKS seluruh Indonesia bekerja maksimal memenangkan Pileg dan Pilpres 2019 dengan program yang jelas, strategi yang cerdas dan terukur,” kata Sukamta.

Acara konsolidasi nasional yang akan berlangsung tiga hari ini akan semakin mengokohkan semangat kemenangan PKS pada Pemilu 2019. Untuk itu, Anggota DPR Dapil Banten ini meminta doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia.

“Doakan kami, dukung kami, untuk mewujudkan harapan rakyat agar Indonesia lebih baik. Oleh karena itu motto acara konsolidasi kami: menangkan PKS, menangkan Indonesia”, pungkas Jazuli.

Jazuli Juwaini berharap Prabowo Subianto bisa hadir memberikan orasi politik agar kemenangan total pileg dan pilpres bisa diraih PKS.

“Wajar Prabowo hadir karena PKS adalah pengusung utama dan motor kemenangan terdepan di lapangan. Kita ingin Prabowo menangi Pilpres dan didukung koalisi parlemen yang kuat dimana PKS meraih kursi mayoritas,” katanya.

Terpisah, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, mengungkapkan, hasil survei elektabilitas yang menyebut PKS belum sepenuhnya aman lolos ke DPR menjadi cermin dan cambuk baginya.

“Survei buat PKS berfungsi sebagai cermin dan cambuk. Cermin melihat adakah kerja kita yang dirasakan publik, sedangkan cambuknya mengingatkan kita untuk bekerja lebih efisien,” kata Mardani.

Mardani juga mengaku bahwa partainya sejauh ini masih terus melakukan sejumlah langkah koordinasi agar dalam Pemilu 2019 nanti dapat meraih hasil yang telah ditargetkan.

“Pemilu yang lalu kami juga begitu diprediksi tidak lolos, tetapi karena membangun koordinasi dan komunikasi yang baik dengan rakyat. PKS lolos dan masuk juga,” tandasnya.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan ada lima partai yang masih belum aman lolos ke DPR periode 2019-2024, yakni:
1. PKS: 3,3 persen
2. PPP: 3 persen
3. Nasdem: 2,8 persen
4. PAN: 1,8 persen
5. Perindo: 1,9 persen

(*/dbs)

 

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

Presiden Rusia Vladimir Putin
Pasok Tank untuk Ukraina, Putin Ancam Jerman Pakai Nuklir
film
Deretan Film Semi China Terbaik
satu 1
Viral, Siswa Teladan di SMA Kotamobagu Dianiaya hingga Babak Belur
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
7 Februari 2023 - 06:29
Man City Terserat Kasus dan Terancam Pengurangan Poin hingga Degradasi

wartapenanews.com - Manchester City terancam hukuman berat berupa pengurangan poin hingga degradasi setelah Premier League mendakwa mereka. The Citizens didakwa atas lebih dari 100 pelanggaran Financial Fair Play (FFP) selama

01
|
7 Februari 2023 - 06:08
8 Anggota Geng Motor “Kapal Api” Bogor Diamankan Polisi

wartapenanews.com - Kepolisian Sektor Parung, Polres Bogor, berhasil menangkap delapan anggota gangster “Kapal Api” yang berkeliaran di Jalan Raya Lebak Wangi, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Delapan anggota gangster itu

02
|
6 Februari 2023 - 12:17
Diduga Sebabkan Gagal Ginjal, BPOM Setop Sementara Produksi-Distribusi Obat Sirop

wartapenanews.com - Dua anak di Jakarta dilaporkan mengidap Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada awal Februari 2023, setelah kasus serupa tak ditemukan sejak Desember 2022. Satu meninggal dan satu

03