2 Februari 2023 - 14:43 14:43
728x90

Facebook, Instagram dan Twitter Dominasi Konten Terorisme

WartaPenaNews, Jakarta – Perang antiteroris tidak hanya di dunia nyata saja, melainkan hingga ke dunia maya. Selama 10 tahun berjalan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten.

Jumlah itu terhitung sejak dimulai tahun 2009 hingga hari ini. Laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo menunjukkan berdasarkan platform, konten yang terbanyak diblokir berada di Facebook dan Instagram, sebanyak 8.131 konten. Selanjutnya konten terorisme juga merambah di twitter sebanyak 8.131 konten.

Berbeda dengan platform media pencari seperti Google atau youtube, dari dua aplikasi ini Kemenkominfo hanya memblokir 678 konten. Kemudian 614 konten di platform telegram, 502 konten yang berada di filesharing, dan 494 konten di situs web.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, pemblokiran konten terasa sangat signifikan setelah Kementerian Kominfo mengoperasikan Mesin AIS.

“Dengan Mesin AIS, Kemkominfo bisa memangani lebih dari 10.000 konten radikalisme dan terorisme dalam setahun, padahal selama lebih dari tujuh tahun, konten yang ditapis hanya sebanyak 323 konten,” elasnya.

Diketahui, Mesin AIS berfungsi sebagai alat pengais (crawling) konten negative. Mesin ini bekerja untuk menangkal konten-konten negatif di internet. Mesin sensor internet senilai Rp 200 miliar mulai berfungsi sejak 28 Desember 2017 lalu.

Lewat mesin AIS, sambung Ferdinandus, selama Januari sampai Februari 2019 telah dilakukan pemblokiran sebanyak 1031 konten yang terdiri 963 konten facebook dan instagram dan 68 konten di twitter. “Mesin AIS akan terus bekerja meneliti semua konten negative yang masuk ke semua jaringan,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, tindakan pemblokiran atau penapisan konten dilakukan atas permintaan dan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT). Selain itu, pemblokiran juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Meski sudah dilakukan penutupan terhadap konten radikalisme, terorisme dan separatisme, Kementerian Kominfo terus melakukan pencarian konten dalam situs web atau platform dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali.

“Kami bekerjasama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme dan seperatisme,” tandasnya. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
film
Deretan Film Semi China Terbaik
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
satu 1
Harry Tanoe Mundur dari Dirut MNC Digital (MSIN)
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
sidang ferdy sambo
Hari Ini, Enam Eks Anak Buah Sambo Jalani Sidang Tuntutan
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
2 Februari 2023 - 12:03
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Dijaga Ketat Polisi

wartapenanews.com - Puluhan polisi tampak berbaris, menjaga ketat tempat kejadian perkara (TKP) rekonstruksi ulang kecelakaan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Attalah Syaputra di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Puluhan polisi

01
|
2 Februari 2023 - 11:08
Nunung Divonis Idap Kanker Payudara

wartapenanews.com -  Kabar kurang menyenangkan datang dari pelawak Nunung Srimulat. Belum lama ini, ia divonis dokter mengidap penyakit kanker payudara. Awalnya, Nunung merasakan ada benjolan di sekitar payudaranya. Namun, ia

02
|
2 Februari 2023 - 10:06
Hari Ini, Polda Metro Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

wartapenanews.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi ulang kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah (18), di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (2/2). Polisi

03