29 Januari 2023 - 06:16 6:16
728x90

Gara-gara Hal Ini, 69 Persen Napi Terancam Tak Bisa Nyoblos

WartaPenaNews, Jakarta – Pemilu tinggal tiga bulan lagi, namun masalah perekaman ktp elektronik masih jadi ganjalan, khususnya para penghuni lembaga pemasayarakatan Indonesia. Sekitar 79.508 narapidana seluruh Indonesia terancam tidak ikut Pemilu 2019. Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mencatat jumlah narapidana dan tahanan di seluruh Indonesia mencapai 255.051 orang. Terdiri dari 70.862 tahanan dan 184.909 narapidana. Sementara yang baru tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) baru 79.763 orang.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, secara persentase baru 31 persen dari total penghuni lapas atau rumah tahanan. sementara 69 persen lainnya masih dalam tahap perekaman data untuk kartu tanda penduduk elektronik (KTPel). “Mulai hari ini (kemarin), upaya perekaman baik di lapas atau rutan sedang kita kejar lewat program perekaman nasional,” katanya, Kamis (17/1).

Salah satu kegiatan jemput bola itu dilakukan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Zudan mengatakan, perekaman dilakukan setelah nama-nama penghuni lapas dan rutan diterima, Disdukcapil lalu memadupadankan dengan data KPU dan baru dilakukan proses tersebut. “Perekaman, sebenarnya sudah ada dari kemarin-kemarin. Tapi tidak semuanya, kita butuh proses mempadupadankan data dari KPU dan kami,” terangnya.

Zudan belum bisa memberi target kapan perekeman ini selesai, namun ia memastikan seluruh warga binaan bisa mencoblos di 17 April nanti. Perekaman data bertujuan untuk penertiban data lapas. Sebab, banyak narapidana dan tahanan yang belum tertib administrasi.

Sementara, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami berharap gerakan perekaman nasional di lapas dipercepat. Pihaknya pun mendukung penuh lewat pembuatan sarana khusus perekaman seperti loket dan ruang data.

“Kita juga instruksikan pihak lapas membuat ruang khusus bagi para staf pendataan. Ruang ini kan harus clear. Dan tentunya menjaga narapidana atau tahanan untuk tertib didata,” jelasnya.

Jika ada para narapidana atau tahanan yang belum bisa terdata, Komisi Pemilihan Umum punya cara lain. Salah satunya memasukkan mereka ke dalam mekanisme daftar pemilih khusus (DPK).

Ketua KPU Arief Budiman menambahkan, ada mekanisme daftar pemilih tambahan. Bagi setiap lapas yang memenuhi syarat jumlah pemilih, akan didirikan tempat pemungutan suara (TPS). “Lantas jika lapas atau rutan yang penghuninya sedikit, maka diikutsertakan di TPS sekitar dengan pengawalan yang ketat,” terangnya.

“Meski demikian, para pemilih tetap disaring lewat alamat tempat tinggal yang terdaftar dalam pemilihan caleg. Jika warga Jakarta dan tinggal di lapas Jakarta, yang bersangkutan dapat surat suara untuk dapil DKI Jakarta. Lantas kalau napi tersebut dari daerah lain, maka hanya mendapat surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden,” tandasnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Ketua Komite Yudisial Asprov PSSI Sulut Dorong Devanda Aditya Putra Jadi Sekjen PSSI

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
28 Januari 2023 - 21:36
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak

wartapenanews.com -  " Saat dunia krisis energi tak terbaharukan, sejumlah kebijakan dan upaya dilakukan pemerintah dan staken holder dengan menghadirkan alternatif energi alam yang ramah lingkungan. Energi alam terbaharukan ini

01
|
28 Januari 2023 - 21:31
Rayakan Hari jadi ke 110 Tahun Sharp Gaungkan Kampaye Pelestarian Lingkungan ke Siswa Sekolah

wartapenanews.com - Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2022 volume sampah di Indonesia mencapai 17.729.071 sampah per tahunnya. Sebesar 18,3%-nya adalah sampah plastik. Saat

02
|
28 Januari 2023 - 12:40
Biaya Haji Naik Jangan Panik, Arrum Haji Pegadaian Jadi Solusi Wujudkan Niat Baik

wartapenanews.com -  Usulan kenaikan biaya haji tengah menjadi perbincangan publik. Tak hanya memakan waktu tunggu keberangkatan yang semakin lama, melainkan biaya haji yang nyaris naik dua kali lipat dibandingkan tahun

03