Gema Kosgoro Dukung Erick Thohir Berantas Mafia Alkes

Ketua Umum DPN Gerakan Mahasiswa Kosgoro HM Untung Kurniadi

WartaPenaNews, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Kosgoro mendukung langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Erick Thohir melawan mafia impor alat kesehatan. “Mafia impor obat dan alkes bikin sulit rakyat harus dilawan. Kita sebagai warga negara seribu persen dukung,” kata Ketua Umum DPN Gerakan Mahasiswa Kosgoro HM Untung Kurniadi dalam keterangan persnya, Selasa (21/4/2020) siang

Makanya Untung menyerukan kepada segenap rakyat untuk bersatu melawan mafia alkes dan meminta aparat penegak hukum untuk membongkar praktik mafia pengadaan alat kesehatan dan obat di tengah pandemi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. “Ini harus ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Jangan biarkan perang suci penanggulangan wabah Corona hanya slogan semata dan menteri BUMN melawan praktik mafia alkes sendirian,” kata Untung yang juga ketua Keluarga Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta ini.

Untung mengingatkan bahwa para mafia alkes dan obat yang mempersulit pengadaan barang di tengah bencana wabah virus Covid-19 dapat dijerat pidana. “Merujuk Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Pasal 77 bahwa setiap orang yang dengan sengaja menghambat kemudahan akses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun atau paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit dua miliar atau denda paling banyak empat miliar”.

Untung mengungkapkan, banyak hal yang sudah diungkap media massa ke publik. Mulai dari produksi alat pelindung diri, masker, hand sanitizer yang malah diekspor keluar negeri disaat kebutuhan dalam negeri tidak terpenuhi dan alat rapid test covid-19 dan alat bantu pernafasan ventilator yang langka.

Baca Juga: Mudik Dilarang, Polri Siapkan 2.582 Pos Pantau

Sebelumnya diberitakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku miris melihat ketergantungan bahan baku obat dan alat kesehatan Indonesia dari luar negeri. Erick menilai, ketergantungan ini menjadi persoalan bagi bangsa ketika terjadi situasi yang tidak biasa, terutama saat pandemi corona.

Erick mengajak semua pihak komitmen membongkar praktik-praktik kotor tersebut. Erick menilai pada prinsipnya, negara lain tidak akan peduli dengan apa yang menjadi kebutuhan bangsa Indonesia. Erick mengatakan, masyarakat Indonesialah yang harus peduli dengan apa yang menjadi persoalan dan kebutuhan bangsa.

“Jangan semuanya ujung-ujungnya duit terus, akhirnya kita terjebak short term policy, didominasi mafia-mafia trader itu. Kita harus lawan dan Pak jokowi punya keberpihakan itu,” katanya. (Azk)