Hutama Karya Sabet Penghargaan “Best Corporate Branding”

Ilustrasi/ CNNIndonesia.com

Jakarta, WartaPenaNews – PT Hutama Karya (Persero) kembali mencetak prestasi dengan menyabet penghargaan “Best Corporate Branding” untuk kategori konstruksi kepada Hutama Karya pada ajang Indonesia Corporate Branding PR Awards 2020 & PR Person of the Year.

Predikat ini diberikan oleh The ICONOMICS bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI). Acara ini diselenggarakan Kamis (14/05) lalu secara virtual menggunakan aplikasi Zoom demi mematuhi peraturan PSBB yang berlaku.

Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi perusahaan-perusahaan dari berbagai Industri, baik BUMN maupun swasta, dengan Corporate Brand Equity yang dinilai sangat baik berdasarkan riset dari ICONOMICS.

Penilaian citra perusahaan didasarkan kajian terhadap pada tiga pilar yaitu commercial, organizational dan social. Metode riset yang digunakan adalah online kuantitatif dengan total lebih dari 10 ribu responden di 10 kota besar di Indonesia pada bulan Maret-April 2020.

Hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas publik mengenal Hutama Karya sebagai salah satu BUMN Konstruksi terbesar di Indonesia serta memiliki citra yang mumpuni.

SEVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan mengaku bahwa sejak beberapa tahun kebelakang Hutama Karya memang cukup gencar dalam aspek Corporate Branding.

“Sejak mendapat penugasan Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya bukan hanya perusahaan jasa konstruksi saja namun sekaligus juga menjadi penyedia layanan jalan tol. Artinya, bisnis kami tidak hanya B2B saja, namun juga B2C. Oleh karena itu kami harus mengubah pendekatan dalam branding dan marketing,” jelas Fauzan dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2020).

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun lebih dari 500 kilometer jalan tol dan 368 kilometer telah beroperasi penuh. 200 diantaranya merupakan ruas tol terpanjang di Indonesia.

Selain itu, perseroan juga kami berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang cukup signifikan sepanjang tahun 2018 dan 2019. Belakangan, Global Bond yang terbitkan sebesar USD 600 juta pun tercatat 5,8x oversubscribed. (rob)