HIPMI Paparkan Peluang & Strategi Berbisnis di Tengah Pandemi

oleh -

WartaPenaNews, Jakarta – Indonesia yang dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 hingga saat ini, masyarakat Indonesia sudah terbiasa menjalani kehidupan sehari-hari di tengah pandemi yang juga berbarengan dengan dunia telah masuk dalam revolusi 4.0 dimana dalam revolusi ini hampir semua kehidupan bisa dilakukan berbasis online.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bagas Adhadirgha menjelaskan, dunia bisnis juga terkena dampak efek dari pandemi Covid-19, dimana beberapa sektor usaha yang mengalami penurunan akibat pandemi seperti sektor transportasi atau akomodasi dengan penurunan -45 persen.

BACA JUGA:   SP Ketenagalistrikan Tolak Holdingisasi dan Privatisasi Sektor Usaha Ketenagalistrikan

“Walaupun begitu, di sisi lain industri yang terkait dengan aktivitas hobi, makanan dan personal care naik lebih 50 persen. Inilah yang harus kita lihat sebagai peluang. Dan penerapan digital marketing harus diimplementasikan untuk setiap pengusaha karena semua sudah bergerak di digital,” ungkap Bagas dalam webinar HIPMI x PLN Batam di Jakarta (15/6).

Dalam webinar dengan tema ‘Tren dan Peluang Bisnis di Masa Pandemi – Kejar Pendapatan Miliaran Rupiah Melalui Bisnis Online Rumahan, Bagas menjelaskan, beberapa hal terkait dengan peluang dan strategi berbisnis di tengah pandemi.

BACA JUGA:   SP Ketenagalistrikan Tolak Holdingisasi dan Privatisasi Sektor Usaha Ketenagalistrikan

“Dengan big data yang kita dapat ini, bisa dilihat bahwa ada peluang-peluang baru yang muncul di era pandemi. Dan untuk pengusaha muda yang baru memulai usaha, bisa memaksimalkan dengan peluang-peluang yang tercipta karena Pandemi Covid-19,” kata Bagas.

Bagas juga menjelaskan, strategi yang digunakan bisa menggunakan cloud computing karena menawarkan elastisitas juga memungkinkan penerapan inovasi dan redefinisi ulang layanan serta bisnis dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu, penggunaan cloud computing juga mendukung target pemilik bisnis untuk melakukan ekspansi layanan dengan cepat dan mudah.

BACA JUGA:   SP Ketenagalistrikan Tolak Holdingisasi dan Privatisasi Sektor Usaha Ketenagalistrikan

Untuk meminimalkan dampak Covid-19, pemerintah membantu dengan disahkannya UU tentang Cipta Kerja yang memihak bagi sektor usaha dengan mempermudah perizinan dan menciptakan iklim investasi yang baik. Dan juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha di era pandemi Covid-19 ini.

“Agar kita sebagai bangsa dapat bangkit dan bisa mencapai tujuan kita bersama di tahun 2045, yaitu Indonesia Emas. Perlu implementasi teknologi digital seperti cloud computing dan. HIPMI juga lahirkan program HIPMI Digital Academy untuk melahirkan talenta muda yang punya digital skills,” ujarnya. (rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.