25 May 2024 - 21:15 21:15

Indonesia Darurat DBD, Ratusan Jiwa Melayang

WartaPenaNews, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, terhitung sejak 1 Januari hingga 28 Januari 2019, jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia sedikitnya telah terjadi 11.280 kasus. Sedangkan, angka kematian yang disebabkan penyakit tersebut saat ini mencapai 110 jiwa.

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mulai awal 2019 hingga sore hari ini terjadi sudah terjadi 11,280 kasus DBD di seluruh Indonesia. Dari 22 provinsi suspect dengue itu, ada beberapa wilayah yang telah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dia menyebutkan, beberapa Provinsi yang mempunyai tren tinggi kasus suspect dengue samapai sore ini, Senin (28/1) diantaranya, Jawa Timur (2.488 kasus), Jawa Tengah (600 kasus), Jawa Barat (698 kasus), NTT (988 kasus), Sulewesi Utara (887), Lampung (827 kasus) dan DKI Jakarta (600 kasus).

“Tujuh Provinsi itu masuk kategori KLB. Tapi, yang paling tertinggi di Provinsi Jatim dan daerah paling bahaya itu di Kabupaten Kediri paling banyak menderita DBD, yakni 271 orang. Jumlah kematian di Jatim sekarang ada 42 orang,” kata Nadia.

Untuk mencegah wabah DBD tersebut, Nadia mengimbau masyarakat melakukan gerakan 3M+. Yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas. Terlebih, ia mengajak masyarakat menggunakan ikan pemakan jentik-jentik.

“Penyakit DBD ini tidak ada obatnya. Untuk itu kami meminta kepada masyarakat supaya berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Bersihkan tempat-tempat yang sekiranya jadi tempat nyamuk bersarang dan bagusnya lagi pelihara ikan pemakan jentik untuk di tempat penampungan air,” tuturnya.

Sementara itu, Pakar kesehatan dari FKUI, Ari F Syam mengatakan, masyarakat dan dokter harus waspada ketika demam berdarah mulai mengancam Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Menurutnya, semakin dini seseorang diketahui menderita DBD, makin mudah ditangani dan tidak mudah jatuh ke berbagai komplikasi seperti syok dan perdarahan yang lebih sulit ditangani.

“Kita berharap kasus-kasus demam berdarah tak datang terlambat ke rumah sakit. Karena makin terlambat, semakin susah untuk ditangani. Saat ini demam tinggi mendadak yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jakarta harus dicurigai demam berdarah sebagai penyebabnya,” katanya.

Pria yang menjabat sebagai Dekan FKUI ini menambahkan, saat ini gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. Demam yang timbul bisa secara terus menerus, bisa naik turun dan bisa hanya 1-2 hari saja. Oleh karena adanya demam yang mendadak, perlu diwaspadai kemungkinan penyakit demam berdarah sebagai penyebabnya.

“Selain demam tinggi yang mendadak, pasien kadang kala juga merasakan gangguan pada pencernaan berupa nyeri di ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar, diare pun bisa ditemukan pada 5-6 % kasus DBD. Pasien dengan DBD juga bisa disertai keluhan kepala pusing seperti melayang, pegal dan rasa nyeri di otot,” terangnya.

“Kenali penyakit demam berdarah yang saat ini sedang meningkat kasusnya pada masyarakar sekitar kita. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk, temukan jentik-jentik sekitar rumah kita dimana terdapat genangan air,” tutup dia. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
25 May 2024 - 12:41
Terjadi Lagi, Bus Rombongan Study Tour Alami Kecelakaan di Sumsel

WARTAPENANEWS.COM – Kecelakaan bus rombongan study tour kembali terjadi, kali ini dialami oleh bus membawa rombongan study tour Sekolah Dasar (SD) yang diduga dari Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Sumatera

01
|
25 May 2024 - 11:38
Di Wilayah Ini, Kendaraan Tanpa Pelat Nomor Makin Marak

WARTAPENANEWS.COM –  Kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil tanpa pelat nomor (TNKB) kembali marak di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Ironisnya, para pengemudi kendaraan ini rata-rata mengemudi secara ugal-ugalan

02
|
25 May 2024 - 10:39
Makin Meluas, Ada 47 RT di Jakarta yang Terendam Banjir

WARTAPENANEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya mulai Jumat (24/5), menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah wilayah, Sabtu (25/5). BPBD DKI melaporkan, banjir siang ini meluas hingga ke

03