Kementerian PUPR Bangun Fasilitas Pendidikan 4 PTN dan PTKIN di Sulawesi Selatan

oleh -
Dok. PUPR

Jakarta, WartaPenaNews – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun fasilitas pendidikan di 3 perguruan tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Gedung Kuliah Politeknik Negeri Pangkajene Kepulauan, Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Makassar, dan Gedung Rumah Sakit Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi fasilitas pendidikan merupakan instruksi Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi 10.000 sekolah, madrasah, dan lanjutan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.

“Kita lanjutkan pembangunan sarana pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik,” kata Menteri Basuki dalam siaran persnya, Jumat (16/10/2020).

Pembangunan Gedung Kuliah Politeknik Negeri Pangkajene dan Kepulauan mulai dikerjakan pada 31 Desember 2019 dengan anggaran APBN sebesar Rp 42,2 miliar setelah sempat terhenti pada tahun 2015. Adapun lingkup pelaksanaannya meliputi pekerjaan struktur, mekanikal, dan elektrikal, lansekap serta fasilitas penunjang lainnya dengan progres hingga 29 September 2020 mencapai 68,7%.

Kemudian Gedung Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar telah dilaksanakan sejak Desember 2019 dengan progres fisik mencapai 76,5% meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal hingga lansekap dengan biaya sebesar Rp 43,8 miliar.

BACA JUGA:   Perkuat Semangat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS, Kemendikbud Salurkan Bantuan Subsidi Upah

Selanjutnya untuk Gedung Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar telah dilaksanakan lelang untuk dikerjakan konstruksi pada TA 2020 dengan target selesai 2021. Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan yang terletak di Jalan Sultan Alauddin, Makassar itu merupakan dukungan Kementerian PUPR untuk melanjutkan struktur bangunan yang telah dibangun pihak Rektorat sejak 2013 lalu dan sempat terhenti lama. Biaya pembangunannya diperkirakan sekitar Rp 171,8 miliar yang dialokasikan dari APBN TA 2020-2021.

Selain infrastruktur yang masih dalam tahap konstruksi, juga telah diselesaikan pembangunan Gedung Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang Kota Makassar pada Juli 2020. Pembangunannya berupa melanjutkan Konstruksi Dalam Pelaksanaan (KDP) pada struktur bangunan utama Gedung Teknik Kimia yang terhenti pada 2015 lalu serta menambah fasilitas lain seperti ruang genset, incenerator, groundtank, dan lansekap. (rob)

Progres Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang Capai 71%

Jakarta, WartaPenaNews – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta atau 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Ruas jalan tol sepanjang 69,77 Km tersebut akan mengadopsi konstruksi jalan layang yang terintegrasi dengan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT).

BACA JUGA:   Perkuat Semangat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS, Kemendikbud Salurkan Bantuan Subsidi Upah

Pembangunan jalan tol tahap 1 dengan nilai investasi sebesar Rp 20,7 triliun memiliki total panjang 31,1 km yang terdiri dari Seksi A yaitu Kelapa Gading – Pulo Gebang sepanjang 9,3 km, Seksi B ( ruas Semanan-Grogol) sepanjang 9,5 km dan Seksi C (ruas Grogol-Kelapa Gading) sepanjang 12,4 km.

Untuk seksi A, ruas Tol Kelapa Gading – Pulo Gebang pembangunannya dimulai sejak Februari 2017 kini progresnya mencapai 71% dengan sisa pekerjaan struktur pilar sebesar 90 buah pilar dari total 384 buah pilar. Seksi A direncanakan selesai dalam waktu 30 (tiga puluh) bulan, namun ditemukan beberapa kendala pelaksanaan antara lain pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT – 150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti Pipa gas, Pipa air bersih, Saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/ Jaringan Tegangan Rendah. Beberapa utilitas dimaksud berada pada lahan yang belum bebas tersebut.

BACA JUGA:   Perkuat Semangat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS, Kemendikbud Salurkan Bantuan Subsidi Upah

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menggarisbawahi perintah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk jajaran Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jakarta Toll Development (JTD), Pemerintah Daerah, dan pihak-pihak terkait dapat mencari solusi dan menyelesaikan berbagai kendala di lapangan tersebut.

Danang mengatakan bahwa “Pelaksanaan konstruksi ruas tol Kelapa Gading – Pulau Gebang juga harus menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan prinsip kehati-hatian yang tinggi karena berada di tengah bangunan gedung yang padat dengan waktu kerja yang relatif sempit. Pada dasarnya kami pun ingin memastikan keberlanjutan kegiatan usaha di sepanjang koridor tol.”

Pembebasan lahan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui Tim Pengadaan Tanah yang dilaksanakan dengan menggunakan dana APBN, termasuk tanah-tanah yang menjadi kewajiban dari Pemilik Lahan untuk diserahkan sebagai Fasilitas Umum (Fasum) ke Pemprov DKI Jakarta (Walikota Jakarta Utara/ Jakarta Timur) untuk pelebaran Jalan Arteri.

Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jakarta Tollroad Development (JTD) dan kontraktor pelaksana PT Jaya Konstruksi – PT Adhi Karya (KSO), menargetkan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan seluruhnya pada Juni 2021. (rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *