2 Februari 2023 - 15:31 15:31
728x90

Komposisi Exco PSSI Tak Berubah Meski Edy Mundur, Kenapa?

WartaPenaNews, Jakarta – Edy Rahmayadi sudah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pernyataan itu langsung diutarakan Edy saat awal sambutannya dalam acara Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Sofitel, Nusa Dua, Bali Minggu (20/1) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga langsung menyerahkan bendera PSSI kepada Joko Driyono yang sebelumnya mengemban tugas sebagai wakil ketua umum PSSI dan secara otomatis akan menduduki kursi PSSI 1.

Joko Driyono akan menjadi pelaksana tugas Ketua Umum PSSI selama sisa masa jabatan Edy Rahmayadi (satu tahun kedepan). Hal itu juga tertuang dalam statuta PSSI, pasal 39 ayat 6 yang berbunyi, apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka wakil ketua umum dengan usia tertua akan menggantikannya.

Setelah ditunjuk, pria yang akrab disapa Jokdri itu, tidak melakukan perombakan struktur organisasi di induk sepak bola tanah air tersebut. Menurut anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi, perombakan kepengurusan PSSI tidak bisa dilakukan secara sepihak, harus melalui kongres.

Sedangkan pada Kongres Tahunan kemarin, di Bali, Yoyok mengaku pihaknya hanya meresmikan pembentukan komite khusus (ad hoc) integritas PSSI yang bertugas memerangi pengaturan skor dan manipulasi pertandingan serta membangun sinergi dengan pemangku kepentingan lain terutama pihak kepolisian.

Selain itu, berdasarkan hasil rekomendasi dari Kongres Tahunan, PSSI juga mengesahkan restrukturisasi Komisi Disiplin (Komdis). “Jadi kongres kemarin (di Bali) itu hanya mengesahkan pembentukan komite ad hoc dan restruktur Komisi Disiplin,” ungkap Yoyok, Selasa (22/1) kemarin.

Hal itupun dibenarkan oleh Media Officer PSSI Bandung Saputra. Dia mengatakan, dalam kongres tersebut PSSI menunjuk Ahmad Riyadh dan Azwan Karim sebagai Ketua dan Wakil Ketua Komite Adhoc Integritas.

Komite tersebut merupakan awalan sebelum dibentuknya Departemen Integritas PSSI. Komite Adhoc ini akan bekerja selama setahun, karena Departemen Integritas ditargetkan bisa terbentuk pada 2020. Kedua nama ini juga diberi waktu paling lambat dua minggu untuk melengkapi komite tersebut dengan tiga sampai lima anggota.

“Ya, komite ad hoc, ketuanya Pak Riyadh dengan Pak Azwan (Karim) sebagai wakilnya, sedangkan untuk anggotanya akan ditentukan dalam minggu ini atau pekan depan,” ungkap Bandung.

Terkait restrukturisasi Komdis, Bandung juga belum mengetahui siapa-siapa saja yang akan terlibat dalam Komdis yang menjadi titik sentral persoalan sepak bola selain wasit. Meski demikian, Bandung mengaku dalam waktu dekat ini, restrukturisasi komdis akan segera diumumkan.

“Restruktur (Komdis), tapi belum diumumkan siapa saja orang-orangnya. Namun yang jelas akan ada restrukturisasi. Nanti, terkait pergantian orang di Komdis akan dilakukan, tunggu pengumumannya saja,” terang Bandung.

Namun sayang, dalam Kongres tersebut tidak membahas adanya pergantian atau pengangkatan anggota exco PSSI. Langkah itu sempat muncul sebelum Kongres setelah satu anggota Exco, Johar Lin Eng, dijadikan tersangka kasus dugaan pengaturan skor.

Selain itu, PSSI menyatakan Hidayat bersalah dengan dugaan serupa dan telah memberikan hukuman lewat Komisi Disiplin PSSI. Bahkan, dengan mundurnya Edy, anggota Exco pun berkurang satu. Dalam Statuta PSSI, ketua umum otomatis menjadi ketua exco. Menurut Statuta, komite eksekutif diisi 15 anggota, yakni satu ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota.

Namun Bandung, mengatakan tak ada perombakan atau-pergantian anggota Exco dalam kongres tersebut. Menurut Bandung, pergantian atau-pun perombakan anggota exco memang harus dilakukan melalui Kongres.

“Tidak ada (perombakan anggota Exco). Biasanya hal itu dilakukan saat kongres. Saat ini anggota Exco masih ada 50 persen, jadi masih bisa lanjut. Jika susunan anggota exco kurang dari 50 persen baru tidak bisa lanjut,” tukas pria yang juga mantan wartawan sepak bola tersebut. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
film
Deretan Film Semi China Terbaik
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
satu 1
Harry Tanoe Mundur dari Dirut MNC Digital (MSIN)
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
sidang ferdy sambo
Hari Ini, Enam Eks Anak Buah Sambo Jalani Sidang Tuntutan
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
2 Februari 2023 - 12:03
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Dijaga Ketat Polisi

wartapenanews.com - Puluhan polisi tampak berbaris, menjaga ketat tempat kejadian perkara (TKP) rekonstruksi ulang kecelakaan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Attalah Syaputra di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Puluhan polisi

01
|
2 Februari 2023 - 11:08
Nunung Divonis Idap Kanker Payudara

wartapenanews.com -  Kabar kurang menyenangkan datang dari pelawak Nunung Srimulat. Belum lama ini, ia divonis dokter mengidap penyakit kanker payudara. Awalnya, Nunung merasakan ada benjolan di sekitar payudaranya. Namun, ia

02
|
2 Februari 2023 - 10:06
Hari Ini, Polda Metro Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

wartapenanews.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi ulang kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah (18), di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (2/2). Polisi

03