Meisya Siregar Bagikan Momen Seru Ketika Mendongeng

oleh -
Meisya Siregar, berbagi tips buat orang tua seputar tehnik mendongeng. Foto: Istimewa

WartaPenaNews, Jakarta – Dekat, hangat dan personal menjadi keseharian Meisya Siregar dengan ke tiga buah hatinya. Salah satunya melalui tradisi mendongeng sebelum Muhammad Bambang Arr Reybach (4 tahun), putra ke 3 nya tidur.

Mendongeng buat Buah Hati dapat memberikan manfaat positif untuk membantu anak meningkatkan kosa kota, meningkatkan rasa percaya diri, serta membantu mempelajari bahan bacaan yang lebih sulit, “ujar Meisya yang merupakan Brand Ambassador Dancow Nutritods.

Ia mengisahkan pengalaman pribadinya pada acara virtual “Dongeng Aku Dan Kau : Indonesia Mendongeng 2021, Jakarta, 2/9/2021.

Mendongeng menjadi momen menyenangkan bersama anak, yang akan dikenang hingga ia dewasa nanti. Agar tradisi mendongeng dapat diterima dengan baik, Meisya berbagi tips untuk orang tua:

1. Memahami karakter anak, karena setiap anak pastinya memiliki karakter yang berbeda. Karakter akan menentukan waktu yang tepat untuk mendongeng, jenis cerita, dlsbnya.

Bambang, biasanya senang didongengkan menjelang tidur, tapi belum dalam kondisi mengantuk. Kami akan duduk bersisian di tempat tidur sambil memegang buku dongeng. Atau sambil tiduran dengan posisi kepalanya saya dekap.

Sesungguhnya, ada banyak waktu yang bisa digunakan orang tua untuk membacakan dongeng buat anaknya, namun biasakan untuk mengajaknya terlebih dahulu.

2. Sebelum mendongeng, pastikan anak memiliki mood, tidak sedang lapar atau beraktifitas agar anak dapat menikmati dongeng dengan baik.

3. Mendongeng harus dilakukan dengan menggunakan tehnik. Ekspresi wajah, gerak tubuh, serta intonasi suara harus hadir agar anak tertarik. Orang tua harus mampu membaca sambil menirukan suara khas seperti sosok induk maupun anak hewan yang sudah tentu berbeda.

Jika perlu, gunakan alat peraga yang mudah didapat. Bambang, senantiasa memiliki daya imajinatif tinggi, biasanya dia akan mengembangkan cerita sesuai dengan pikirannya. Saya sering menambahkan kata, serta kalimat yang tidak tertulis dalam cerita, agar anak saya menjadi lebih familiar dan memahami ceritanya. Seperti kami berdialog sehari-hari.

4. Karena suka kucing, Bambang paling suka mendengarkan dongeng Ibu Kami Seekor Kucing, selain cerita Kluntung Waluh. Dia kritis dan sering bertanya “Lho kok bisa mah, ada ibu berupa seekor kucing? Saya pun menjelaskan pesan dari dongeng tersebut di awal dan di akhir cerita. Apapun wujudnya, ibu adalah sosok panutan keluarga yang harus dihormati. Ia yang paling banyak berjasa buat hidup anak-anaknya, senantiasa melakukan kebaikan.

5. Dongeng Kluntung Waluh, menjadi cerita unik, anti mainstream, mengisahkan tentang anak difabel, tanpa tangan dan kaki. Tapi sosok anak difabel tersebut punya semangat hidup dan selalu berbuat kebaikan dengan membantu sesama. Sangat inspiratif, dan berharap dapat membentuk watak Bambang.

6. Pilih buku dongeng dengan ilustrasi atau gambar yang bagus dan menarik, agar anak tertarik untuk melihat, serta berimajinasi.

7. Keesokan hari, saya selalu meminta ia menceritakan kembali secara garis besar, serta menanyakan hikmah yang terkandung dalam cerita dongeng tersebut. Ini menguji daya ingatnya akan dongeng yang saya ceritakan, kira-kira sampai atau tidak ya? (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.