25 May 2024 - 05:28 5:28

Menpora Angkat Bicara Usai Timnas U-23 Gagal ke Piala Asia

WartaPenaNews, Jakarta – Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-23 gagal mendapatka tiket ke putaran final Piala AFC U-23 2020 di Thailand. Kepastian itu setelah Garuda Muda gagal menjadi juara grup atau runner up Grup K Kualifikasi Piala AFC U-23 2020.

Dalam babak penyisihan kualifikasi itu, Witan Sulaiman dan kawan-kawan menelan dua kali kelalahan beruntun atas Thailand (4-0) pada Jumat (22/3) dan Vietnam (1-0) pada Minggu (24/3) lalu.

Meski berhasil meraih kemenangan di laga terkahir menghadapi Brunei Darussalam (2-1), Selasa (26/3) kemarin, namun hasil negatif di dua laga sebelumnya jelas membuat Garuda Muda harus mengubur mimpinya untuk bisa tampil tampil di Piala AFC 2020 di Thailand.

Kegagalan Timnas Indonesia U-23 juga membuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat suara. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu malah memaklumi kegagalan itu, meski sebelumnya Garuda Muda berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-22 2019.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, dalam dunia olahraga khususnya di sepak bola, kalah menang itu soal biasa. Oleh sebab itu, dia meminta para skuad Garuda Muda untuk tetap semangat.

“Menang kalah itu soal biasa. Sekarang yang perlu kita bangun adalah budaya sportif. Sportif dalam artian tidak ada satu-pun atlet yang ingin kalah dalam setiap pertandingan,” ungkap Imam di Jakarta, Selasa (26/3) kemarin.

Menteri yang akrab disapa Cak Imam itu meminta agar masyarakat tetap bisa menghargai perjuangan skuad Garuda Muda dalam ajang tersebut. Menurutnya hal itu perlu dilakukan agar ke depan Timnas Indonesia U-23 semakin semangat menjalani ajang berikutnya.

“Mereka (Timnas Indonesia U-23) sudah berjuang. Mereka sudah mengorbankan semuanya. Sekarang saat untuk kita menyambut mereka. Jangan hanya ketika menang kita elu-elukan (bangga-banggakan),” tutur Cak Imam.

“Namun, ketika mereka belum berhasil, seharusnya kita harus bisa lebih memberikan energi baru untuk mereka agar lebih semangat lagi menjalanai pertandingan atau ajang-ajang berikutnya,” sambung Cak Imam.

Imam mengatakan, masyarakat Indonesia tidak perlu lagi menyesali kegagalan Garuda Muda dalam ajang tersebut. Menurutnya, saat ini Garuda Muda membutuhkan dukungan masyarakat agar bisa terus bangkit. Meski Imam menyadari masyarakat tidak menginginkan kegagalan Timnas Indonesia U-23 itu.

“Semua atlet juga berpikir begitu (tidak ingin gagal/kalah). Mereka juga pasti tidak menginginkan kekalahan. Pastinya ingin menang terus. Namun, faktanya mereka belum berhasil. Oleh sebab itu kita perlu dukung lagi. Ayo kita dukung terus Timnas Indonesia kita,” terang Imam.

Lebih lanjut, Imam juga membantah asumsi bahwa permainan Timnas Indonesia U-23 menjadi kurang maksimal lantaran terbuai suasana dan menjadi besar kepala setelah menerima bonus berlimpah dari berbagai pihak, khususnya pemerintah usai menjuarai Piala AFF U-22 beberapa waktu lalu.

Kita ketahui setelah merengkuh trofi Piala AFF U-22 untuk pertama kalinya, pasukan Indra Sjafri itu menerima gelontoran bonus dari berbagai pihak. Seperti dari Kemenpora yang memberikan bonus Rp2,1 miliar dan Presiden Joko Widodo juga ikut mengapresiasi dengan memberikan bonus Rp200 juta kepada setiap pemain.

Namun, ada anggapan bonus tersebut malah membuat performa Garuda Muda menukik tajam. Anggapan itu hadir, lantaran Garuda Muda yang berstatus sebagai jawara ASEAN, malah gagal total di persaingan Asia.

Padahal, dua lawan yang telah mengandaskan mimpi Indonesia untuk ke putaran final Piala AFC U-23 2020 itu adalah lawan yang ditakklukkan di ajang Piala AFF U-22, yakni Vietnam (di semifinal) dan Thailand (final). “Tidak. Bukan soal bonus. Jangan mencari sesuatu yang diluar kaitan soal kemenangan atau hal yang ada di lapangan,” tutur Imam.

Menurut Imam, kegagalan Timnas Indonesia U-23 di ajang tersebut dikarenakan persoalan teknis di lapangan bukan dikarenkan bonus yang diberikan oleh pemerintah. “Kemungkinan ini murni soal teknis di lapangan. Apalagi mereka tanding di kandang Vietnam dengan adanya tekanan dari suporter lawan atau lainnya. Mungkin juga karena persoalan psikologis yang kita tidak tahu di dalamnya seperti apa,” terang Imam.

Meski demikian, Imam berharap setelah ini skuad Garuda Muda tertus berbenah dan terus semangat menatap kejuaran-kejuaraan berikutnya. Target lainnya Timnas Indonesia adalah SEA Games 2019.

“Tetap semangat yah Garuda Mudaku, terus perkuat mental dan racikan tim yang lebih berani. Terima kasih, Coach Indra Sjafri dan para penggawa Merah Putih. Tetap semangat, karena masih ada satu target lagi, yaitu juara di SEA Games 2019 Filipina. Semangat,” tuntas Imam. (*/dbs)

 

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
24 May 2024 - 14:25
Libur Panjang, 292 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

WARTAPENANEWS.COM – PT Jasa Marga mencatat sebanyak 292.820 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek sejak 22 hingga 23 Mei 2024, atau periode libur Hari Raya Waisak 2024. Marketing & Communication Department Head/Pgs

01
|
24 May 2024 - 14:09
100 Orang Diperkirakan Tewas akibat Tanah Longsor di Papua Nugini

WARTAPENANEWS.COM – Tanah longsor di sebuah desa terpencil di bagian utara Papua Nugini menewaskan sekitar 100 orang. Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Jumat (24./5/2024) mengatakan jenazah sedang dievakuasi setelah tanah

02
|
24 May 2024 - 13:39
Sejak 2023, 22 Ribu Konten Judi Online Susupi Situs Pemerintah

WARTAPENANEWS.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan sebanyak lebih 22 ribu konten judi online susupi situs pemerintah sejak tahun 2023 hingga 22 Mei 2024. Budi Arie

03