28 February 2024 - 00:55 0:55

Naiknya Tarif Ojol Harus Diimbangi dengan Peningkatan Pelayanan

WartaPenaNews, Jakarta – Pemerintah telah mengumumkan secara resmi tarif ojek online (ojol) naik per tanggal 1 Mei 2019. Dengan kenaikan itu, YLKI meminta pelayanan ojol ditingkatkan demi kenyamanan pengguna.

Kenaikan tarif terbagi di 3 zona, yaitu zona 1 Sumatera, Jawa dan Bali, Zona 2 Jabodetabek, Zona 3 di luar Jawa, Sumatera, Bali dan Jabodebek.

Rincian tarif zona adalah, zona 1 Rp1.850/km sampai Rp2.300/km dengan tarif flat perjalanan di bawah 4 Kilo meter Rp7.000-Rp10.000, zona 2 Rp2.000/km sampai Rp2.500/km dengan tarif flat perjalanan di bawah 4 kilometer Rp8.000-Rp10.000, Zona 3 Rp2.100/km sampai Rp2.600/Km dengan tarif flat perjalanan di bawah 4 kilometer Rp7.000-Rp10.000.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendukung kebijakan pemerintah. Namun harus menjamin adanya peningkatan keamanan dan keselamatan baik driver ojol maupun konsumen.

“Aspek ini menjadi sangat krusial, karena pada dasarnya sepeda motor adalah moda transportasi yang tingkat aspek safety dan security-nya paling rendah,” ujar Tulus, Selasa (26/3).

Selain itu, Tulus juga meminta perilaku driver ojol ditertibkan agar tidak ugal-ugalan di jalan.

“Kenaikan tarif juga harus menjadi jaminan untuk turunnya perilaku yang ugal-ugalan pengemudi ojol, tidak melanggar rambu lalu lintas, tidak melawan arus, dll, sehingga bisa menekan kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

“Regulasi yang baru ini, seharusnya sudah termasuk didalamnya adalah adanya asuransi bagi pengguna ojol, seperti asuransi dari PT Jasa Rahardja,” imbuhnya.

Terkait besaran kenaikan tarif, seharusnya sudah termasuk potongan 20 persen kepada aplikator. Jika kenaikan tarif itu belum termasuk untuk aplikator, maka kenaikan itu menjadi terlalu besar.

“Potongan 20 persen yang dilakukan aplikator kepada pengemudi seharusnya bisa diturunkan, karena dengan kenaikan tarif berarti pendapatan aplikator juga naik,” pungkasnya.

Tulus juga meminta Kemenhub dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk saling bersinergi

“Sinergi antar kementerian ini untuk melakukan pengawasan agar tidak tidak ada pelanggaran regulasi di lapangan, baik oleh pengemudi dan atau aplikator,” tutup Tulus. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
27 February 2024 - 12:12
Ini Penyebab Sakit Kepala karena Sering Begadang

WARTAPENANEWS.COM  -  Terlalu asik mengerjakan sesuatu terkadang membuat Anda lupa waktu untuk beristirahat. Kerap kali waktu tidur di malam hari dimanfaatkan untuk begadang menyelesaikan beberapa pekerjaan atau sekadar asik berselancar

01
|
27 February 2024 - 11:08
Rumah Warga di Cilodong Kebakaran

WARTAPENANEWS.COM  - Sebuah rumah di Perumahan Taman Cimanggis Indah, Sukamaju, Cilodong, Kota Depok, kebakaran, pada Senin 26 Februari 2024, sekira pukul 23.55 WIB. Kasi Penyelamatan Dinasb Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

02
|
27 February 2024 - 10:13
Pemkot Depok Tutup JPO di Taman SeCawan untuk Sementara

WARTAPENANEWS.COM  - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menutup sementara jembatan penyebrangan orang (JPO) yang ada di Taman SeCawan Jalan Salak, Depok Jaya, Pancoran Mas,

03