28 Januari 2023 - 08:28 8:28
728x90

IHW Minta Badan Pengawas Halal Harus Dibawah Presiden

WartaPenaNews, Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) Dr Ikhsan Abdullah menegaskan, Indonesia sebagai negara besar dengan mayoritas penduduknya beragama Islam maka sudah seharusnya memiliki badan yang mengawasi produk halal setingkat menteri.
Badan tersebut langsung bertanggung jawab kepada presiden. Bukan yang terjadi selama ini yakni Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang kedudukannya setingkat Direktorat Jenderal (Dirjen).

“Seharusnya setingkat Indonesia yang berpenduduk besar dan potensial menjadi negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia mempunyai badan halal yang kedudukannya di bawah presiden langsung,” ujar Ikhsan disela – sela kegiatan “Latihan Pendampingan Bagi Pelaku Usaha dan UMkK untuk Memperoleh Seritifikasi Halal” di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Menurut Ikhsan, saat ini Indonesia sedang menjadi perhatian dunia. Karena negara terbesar berpenduduk muslim tetapi perkembangan industri halal masih dibawah rata-rata negara-negara lain. Bahkan posisi Indonesia terkait industri halal tersebut jauh dibawah negara Asean. Ironisnya lagi posisi Indonesia juga dibawah negara Taiwan yang notabene bukan negara muslim.

“Yang ada saat ini BPJH ada di bawah Kementerian Agama yang tugasnya melaksanakan sistem jaminan halal di Indonesia. Ini saya kira nggak positif. Karena selain jalannya terseok-seok, BPJH juga tidak bebas bergerak karena dibawah Kementerian,” tandasnya.

Ikhsan menuturkan, kinerja BPJPH akan selalu bersinggungan dengan industri dan juga dengan kementerian lainnya seperti Kementerian Perindustri (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara BPJH setingkat Dirjen sehingga secara birokrasi juga terkendala untuk koneksi langsung dengan lembaga setingkat menteri.

“Level ini yang membuat BPJPH sesak nafas, gak bisa jalan. Karena bagaimana misalnya dengan Menteri Kesehatan, BPJPH paksa obat supaya bisa sesuai. Sementara soal obat itu kewenangan Menteri,” jelasnya.

Ikhsan menuturkan, agar BPJPH memiliki kewenangan secara penuh dan powerfull maka posisinya harus dibawah Presiden, bukan malah dibawah Kementerian Agama (Kemenag). Posisi BPJPH yang dibawah Presiden juga untuk mengintegrasikan masalah industrial dengan lembaga lain yang setingkat menteri. Seperti badan halal yang ada di Malaysia sehingga memiliki otoritas karena dibawah Perdana Menteri. (rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Ketua Komite Yudisial Asprov PSSI Sulut Dorong Devanda Aditya Putra Jadi Sekjen PSSI

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
28 Januari 2023 - 08:06
Serang Jemaah, Inggris dan AS Kutuk Aksi Penembakan di Sinagoge Yerusalem

wartapenanews.com - Inggris mengutuk serangan di sebuah Sinagoge di Neve Ya’akov, Yerusalem pada Jumat (27/1). Dalam peristiwa ini tujuh orang tewas dan 10 orang luka-luka. "Menyerang jemaah di sinagoga pada

01
|
28 Januari 2023 - 07:33
7 Orang Tewas Dalam Penembakan di Sinagoge Yerusalem

wartapenanews.com - Tujuh orang tewas dan 10 orang luka-luka akibat serangan di sebuah Sinagoge di Neve Ya’akov, Yerusalem pada Jumat (27/1). Korban luka langsung dibawa ke rumah sakit, termasuk wanita

02
|
28 Januari 2023 - 07:04
Tim SAR Temukan Anak Panti Asuhan yang Hanyut di Kali Ciliwung

wartapenanews.com - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Bintang (8), anak panti asuhan Khadijah Al Qubro, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang hanyut di kali Ciliwung, pada Minggu (15/1) lalu. Tim SAR

03