7 Februari 2023 - 09:09 9:09

Netralitas Polri Dipertaruhkan di Tahun Politik

WartaPenaNews, Jakarta – Terkait memanasnya politik sebelum Pemilihan Presiden 2019, Indonesia Police Wacth (IPW) meminta Polri untuk konsen melakukan penindakan dan penegakan hukum tanpa harus melihat reaksi yang muncul dari pihak manapun. Polri juga harus dapat menegakkan hukum secara adil untuk seluruh masyarakat tanpa melihat dukungan politik.

“Betul yang jadi pegangan harus profesional, proporsional, dan tidak memihak,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane akhir pekan lalu.

Menurutnya, Polri saat ini terlihat seperti bimbang dalam menegakkan hukum, khususnya terkait Pemilihan Presiden. Publik langsung memberikan respon yang sangat cepat ketika Polri melakukan proses hukum soal adanya dugaan pelanggaran hukum yang diduga dari salah satu pendukung paslon tertentu.

“Betul, Polri seakan gamang karena kalau bertindak langsung di-bully tidak netral. Padahal polisi berusaha bertindak melakukan upaya penegakan hukum,” jelasnya.

Dia mencontohkan, penindakan terhadap Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang ditangkap terkait narkotika. ”Dalam kasus Andi Arief, polisi sempat dituding melakukan rekayasa dan kriminalisasi pada tokoh kritis, padahal saat tes urin, positif narkoba,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Neta, contoh kasus lainnya adalah kasus Robertus yang diduga menghina TNI. “Begitu juga kasus Robertus, polisi di-bully yang macam-macam. Padahal yang bersangkutan sudah menghina TNI,” kata Neta.

“Inilah yang kerap membuat polisi gamang. Seharusnya polri jangan pedulikan aksi pembulian tersebut dan tetap profesional,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Dedi Prasetyo memastikan, Polri netral dan tidak terlibat dalam pergelaran politik apapun. Polri selama ini bekerja berdasarkan fakta hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Penanganan perkara dengan melalui proses penyelidikan dan jika ditemukan bukti yang sangat kuat akan ditingkatkan ke tahap penyidikan. ”Jadi Polri bekerja dari fakta hukum, semua prosesnya tergantung pada alat bukti yang ada,” katanya.

Lalu soal cepat dan tidak cepatnya penanganan perkara, kata Dedi, tergantung pada alat bukti dan fakta hukum yang ditemukan penyidik di lapangan. Jadi tidak bisa semua case disamaratakan. “Misalkan yang ini (perkara) cepat dan ini lambat (penanganannya) itu kembali ke fakta hukum, semua berproses sesuai fakta hukum,” tambahnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

Presiden Rusia Vladimir Putin
Pasok Tank untuk Ukraina, Putin Ancam Jerman Pakai Nuklir
film
Deretan Film Semi China Terbaik
satu 1
Viral, Siswa Teladan di SMA Kotamobagu Dianiaya hingga Babak Belur
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
7 Februari 2023 - 07:06
Gempa Susulan 5,2 Magnitudo, Kali Ini Berpusat di Muara Binuangeun Banten

wartapenanews.com - Gempa susulan terjadi di Banten, kali ini berpusat di Muara Binuangeun dengan kekuatan 5,2 magnitudo, Selasa (7/2). Gempa itu terjadi setelah beberapa detik atau tepatnya pukul 07.35 WIB.

01
|
7 Februari 2023 - 06:29
Man City Terserat Kasus dan Terancam Pengurangan Poin hingga Degradasi

wartapenanews.com - Manchester City terancam hukuman berat berupa pengurangan poin hingga degradasi setelah Premier League mendakwa mereka. The Citizens didakwa atas lebih dari 100 pelanggaran Financial Fair Play (FFP) selama

02
|
7 Februari 2023 - 06:08
8 Anggota Geng Motor “Kapal Api” Bogor Diamankan Polisi

wartapenanews.com - Kepolisian Sektor Parung, Polres Bogor, berhasil menangkap delapan anggota gangster “Kapal Api” yang berkeliaran di Jalan Raya Lebak Wangi, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Delapan anggota gangster itu

03