Pasien COVID-19 di Indonesia Bertambah 8.493 Kasus, Jakarta Tertinggi

oleh -
Pemerintah terus menggeber program vaksinasi COVID-19. Foto: Kompas

WartaPenaNews, Jakarta – Hingga Kamis (25/2) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia bertambah sebanyak 8.493 kasus. Dengan demikian, akumulasi penderita COVId-19 di Indonesia sejak Maret 2020 menjadi 1.314.634 kasus.

Data Satuan Tugas juga menunjukkan, jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah 8.686 menjadi total 1.121.411 orang dan pasien yang meninggal dunia karena penyakit itu bertambah 264 menjadi total 35.518 orang.

Jumlah kasus COVID-19 aktif, yang menunjukkan banyaknya pasien yang masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri, sebanyak 157.705 kasus atau turun 457 kasus dari sebelumnya.

BACA JUGA:   Masuk Rumah Sakit, Sapi Serang Pasien Wanita hingga Tersungkur

Menurut Satuan Tugas, penambahan kasus pada Kamis paling banyak terjadi di Jawa Barat (2.546) disusul DKI Jakarta (1.581), Jawa Tengah (820), Jawa Timur (556), dan Sulawesi Selatan (423).

Sementara penambahan jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 paling tinggi di DKI Jakarta (2.320) disusul Jawa Tengah (1.237), Jawa Barat (1.066), Jawa Timur (621) , dan Kalimantan Timur (712).

Kasus kematian akibat COVID-19 pada Kamis paling banyak terjadi di Jawa Barat (73) disusul Jawa Tengah (64), dan DKI Jakarta (40).

DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan jumlah akumulatif kasus COVID-19 paling banyak dengan total 334.239 kasus disusul Jawa Barat (207.252) dan Jawa Tengah (151.418).

BACA JUGA:   Kepala Stasiun BMKG Tangerang : Hujan di Tangerang Bukan Dampak Siklon Tropis

DKI Jakarta juga tercatat sebagai provinsi dengan jumlah akumulatif pasien sembuh dari infeksi virus corona juga paling banyak dengan total 319.248 pasien yang sudah sembuh disusul Jawa Barat (169.996) dan Jawa Timur 115.193 orang.

Kasus kematian akibat infeksi virus corona secara keseluruhan paling banyak terjadi di Jawa Timur (9.032) disusul Jawa Tengah (6.465) dan DKI Jakarta (5.366).

Menurut data Satuan Tugas, angka positivity rate (perbandingan jumlah kasus positif COVID-19 dengan jumlah pemeriksaan) di Indonesia kini 12,2 persen. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, setiap negara hendaknya menekan angka positivity rate COVID-19 di bawah lima persen. (wsa)

BACA JUGA:   Pegadaian Bagi Hadiah Total 3 Miliar Lewat Program Badai Emas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *