7 Februari 2023 - 09:30 9:30

Pelaku Penembakan Jamaah Masjid di Selandia Baru Ajukan Protes

WartaPenaNews, Jakarta - Terdakwa kasus penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang, telah mengajukan protes terkait cara dirinya diperlakukan di penjara.

Brenton Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun, telah didakwa dengan satu pembunuhan dan diperkirakan bakal menghadapi dakwaan lanjutan.

Sebuah sumber mengatakan kepada situs berita Stuff, seperti dikutip dari BBC, Minggu (31/3/2019), bahwa sang terdakwa mengklaim dirinya tidak diperkenankan menerima tamu dan berbicara melalui telepon.

Pria itu kini mendekam di sel isolasi Penjara Paremoremo yang terletak di Auckland dan dianggap sebagai bui paling keras di Selandia Baru.

Sang terdakwa dikirim ke Penjara Paremoremo begitu sesi sidang pertamanya rampung di Christchurch pada 16 Maret, sehari setelah serangan.

Stuff menyebutkan sang terdakwa mengajukan protes kepada Departemen Pemasyarakatan bahwa dirinya tidak mendapat hak-hak mendasar, terutama panggilan ponsel dan bertemu pengunjung.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan, seorang tahanan berhak menerima satu tamu per pekan selama sedikitnya 30 menit.

Tahanan juga berhak berbicara melalui ponsel paling tidak satu kali per pekan. Selain itu, tahanan berhak mendapat makan dan minum yang cukup, tempat tidur, layanan kesehatan, dan olah raga.

Sumber Departemen Pemasyarakatan mengatakan kepada Stuff: “Dia diawasi secara konstan dan diisolasi. Dia tidak menerima hak mendasar yang biasanya diberikan. Jadi tidak ada pembicaraan ponsel dan tidak ada pengunjung.”

Menurut laman Departemen Pemasyaratan, “tahanan punya hak diperlakukan manusiawi, dengan hormat, dan bermartabat selama di penjara”.

Akan tetapi, departemen yang bersangkutan dapat menerapkan pembatasan hak dalam situasi tertentu.

Disebutkan, hak bisa dibatasi jika tahanan dipisahkan “atas tujuan keamanan, ketertiban, keselamatan, atau demi tujuan melindungi tahanan”.

Hal ini juga bisa diterima jika keamanan penjara, atau keamanan orang lain, terancam. (rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

Presiden Rusia Vladimir Putin
Pasok Tank untuk Ukraina, Putin Ancam Jerman Pakai Nuklir
film
Deretan Film Semi China Terbaik
satu 1
Viral, Siswa Teladan di SMA Kotamobagu Dianiaya hingga Babak Belur
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
7 Februari 2023 - 08:09
Banyaknya Luka Ditemukan pada Jenazah Mahasiswa Politeknik di Surabaya

wartapenanews.com - Sejumlah luka didapati pada tubuh MR (20), mahasiswa politeknik di Surabaya timur yang meninggal, diduga akibat dianiaya dan dikeroyok seniornya. Kondisi MR tersebut dibeberkan Muhammad Yani, ayah kandungnya.

01
|
7 Februari 2023 - 07:29
BPOM Selidiki Kasus Gagal Ginjal yang Menewaskan 1 Anak

wartapenanews.com - Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak (GGAPA) ditemukan lagi setelah lama 'menghilang'. Hal itu disampaikan epidemiolog UI Pandu Riono yang biasa berkoordinasi soal surveilans kesehatan di Ibu Kota. "Terdeteksi

02
|
7 Februari 2023 - 07:06
Gempa Susulan 5,2 Magnitudo, Kali Ini Berpusat di Muara Binuangeun Banten

wartapenanews.com - Gempa susulan terjadi di Banten, kali ini berpusat di Muara Binuangeun dengan kekuatan 5,2 magnitudo, Selasa (7/2). Gempa itu terjadi setelah beberapa detik atau tepatnya pukul 07.35 WIB.

03