27 February 2024 - 23:18 23:18

Pemerintah Dorong Ekspor Durian Tembus Pasar Eropa

WartaPenaNews, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produksi volume ekspor durian. Salah satunya di daerah Pandeglang, Banten, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi mengatakan, durian Pandeglang memiliki peluang yang sangat besar untuk terus ditingkatkan produksi dan volume ekspornya. “Pengembangan durian Pandeglang sangat diperlukan. Kuncinya pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku usaha harus bersinergi membantu petani,” ujar Suwandi di Pandeglang, Sabtu (2/2).

Berdasarkan data BPS, produksi dan ekspor durian setiap tahun mengalami kenaikan. Produksi pada 2017 mencapai 795 ton dan ekspornya sebesar 240 ton. Di tahun 2018, produksi dan ekspor durian mengalami kenaikan yang cukup drastis yakni produksinya sebesar 819.654 ton dan eksppor 1.086 ton.

“Durian asal Indonesia telah menembus banyak negara seperti pasar Hongkong, China, Malaysia, Vietnam, Singapura, Saudi Arabia hingga Belanda,” terangnya.

Melansir data BPS, sebelumnya neraca perdagangan durian defisit, namun 2018 sudah surplus. Ekspornya lebih tinggi 700 ton dibandingkan impor. “Artinya, Indonesia boleh dikatakan eksportir durian,” sebut dia.

Lanjut Suwandi, langkah nyata untuk meningkatkan terus volume ekspor tahun ini dan ke depannya, yakni selain melalui program di sektor hulu, juga menjamin sektor hilirnya.

“Kementan juga memberikan karpet merah untuk durian lokal mendapatkan label atau izin sebagai varietas unggul baru. Untuk mempermudah izin ekspor, Kementan telah menerapkan sistem Online Single Submission (OSS),” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengajak masyarakat Pandeglang untuk meningkatkan tanaman buah sekaligus menjaga kualitas buah tetap nomor satu.

“Pemerintah daerah berkomitmen terus membantu petani. Sentra produksi durian di Kabupaten Pandeglang tersebar di Kecamatan Kaduhejo, Majasari, Cadasari, Mandalawangi, dan Carita. Harga durian sangat ini menguntungkan, berkisar Rp 30.000 hingga Rp 65.000 per butir,” tambah Suwandi.

Pemerhati pertanian, Juli Yulianto mengatakan, adanya ekspor durian menunjukkan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk dari luar negeri. Apalagi selama ini durian yang banyak dikenal adalah durian monthong dari Thailand.

“Jika melihat potensi dan jenis durian di dalam negeri cukup banyak, bahkan dari sisi rasa tidak kalah dengan durian impor. Sebut saja, durian Medan, durian Petruk dari Jepara dan durian bawor dari Banyumas. Ada juga jenis durian yang banyak berkembang di Kalimantan, Pandeglang dan daerah lain di Indonesia,” kata Juli, Minggu (3/2).

“Artinya potensi pengembangan durian di dalam negeri sangat besar. Jadi kalau memang durian dalam negeri mampu menembus pasar ekspor justru membuktikan bisa bersaing di pasar internasional. Sama juga dengan produk buah lainnya, seperti salak, manggis dan mangga yang juga sudah di ekspor,” ujarnya lagi. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
27 February 2024 - 12:12
Ini Penyebab Sakit Kepala karena Sering Begadang

WARTAPENANEWS.COM  -  Terlalu asik mengerjakan sesuatu terkadang membuat Anda lupa waktu untuk beristirahat. Kerap kali waktu tidur di malam hari dimanfaatkan untuk begadang menyelesaikan beberapa pekerjaan atau sekadar asik berselancar

01
|
27 February 2024 - 11:08
Rumah Warga di Cilodong Kebakaran

WARTAPENANEWS.COM  - Sebuah rumah di Perumahan Taman Cimanggis Indah, Sukamaju, Cilodong, Kota Depok, kebakaran, pada Senin 26 Februari 2024, sekira pukul 23.55 WIB. Kasi Penyelamatan Dinasb Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

02
|
27 February 2024 - 10:13
Pemkot Depok Tutup JPO di Taman SeCawan untuk Sementara

WARTAPENANEWS.COM  - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menutup sementara jembatan penyebrangan orang (JPO) yang ada di Taman SeCawan Jalan Salak, Depok Jaya, Pancoran Mas,

03