25 May 2024 - 06:35 6:35

Polusi Kendaraan Sebabkan Tewasnya Puluhan Ribu Orang

WartaPenaNews, Jakarta – Sebuah penelitian AS menyatakan, sekitar 385.000 orang di seluruh dunia meninggal sebelum waktunya pada tahun 2015 karena polusi udara, yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan, khususnya yang dihasilkan dari mesin diesel.

Menurut hasil penelitian, kendaraan diesel bertanggung jawab atas 47 persen dari kematian. Tetapi, angka itu melonjak setinggi 66 persen di Perancis, Jerman, Italia dan India di mana mesin diesel membuat sebagian besar mobil di jalan.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Dewan Internasional Transportasi Bersih (ICCT), kelompok non-pemerintah yang meniup peluit atas skandal kecurangan emisi “dieselgate” Volkswagen pada 2015 dan dua universitas AS.

“Tingginya beban kesehatan masyarakat kendaraan diesel di Eropa menggarisbawahi perlunya standar emisi kelas dunia harus disertai dengan kepatuhan dan penegakan yang kuat,” kata co-penulis ICCT Joshua Miller.

Dalam studi luas, para peneliti melihat emisi dari mobil diesel dan non-diesel, truk, bus, industri perkapalan serta mesin pertanian dan konstruksi dan dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Mereka menemukan, bahwa sektor transportasi global bertanggung jawab atas 11 persen dari 3,4 juta kematian prematur setiap tahun yang disebabkan oleh polusi dari partikel halus (PM2.5) dan paparan ozon di permukaan tanah.

“Biaya dari beban kesehatan yang disebabkan oleh polusi transportasi, yang telah dikaitkan dengan penyakit paru-paru, jantung, dan diabetes, bertambah hingga US $ 1 triliun pada tahun 2015,” kata mereka.

Di China saja, sekitar 114.000 orang terbunuh oleh knalpot kendaraan tahun itu, tetapi itu masih hanya menyumbang lebih dari 10 persen dari semua kematian yang terkait dengan polusi udara di sana.

Amerika Serikat menyaksikan 22.000 kematian akibat polusi transportasi, yang 43 persennya terkait dengan mesin diesel. Sementara itu India mencatat 74.000 kematian dini akibat knalpot kendaraan, dibandingkan dengan 13.000 di Jerman, 7.800 di Italia dan 6.400 di Prancis.

Namun secara relatif, gambaran itu paling buruk di Jerman dengan 17 kematian prematur disalahkan pada polusi transportasi per 100.000 penduduk – tiga kali lebih tinggi dari rata-rata global.

“Milan, Turin, Stuttgart, Kiev, Cologne, Berlin dan London adalah di antara kota paling mematikan dalam hal polusi transportasi,” catat para peneliti.

Para penulis mengingatkan, bahwa perkiraan mereka “konservatif” karena studi mereka tidak memperhitungkan semua jenis emisi berbahaya atau penyakit yang berhubungan dengan polusi.

“Pertimbangan dampak ini kemungkinan akan meningkatkan perkiraan dampak kesehatan dari emisi gas buang kendaraan,” tulis mereka memperingatkan. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
24 May 2024 - 14:25
Libur Panjang, 292 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

WARTAPENANEWS.COM – PT Jasa Marga mencatat sebanyak 292.820 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek sejak 22 hingga 23 Mei 2024, atau periode libur Hari Raya Waisak 2024. Marketing & Communication Department Head/Pgs

01
|
24 May 2024 - 14:09
100 Orang Diperkirakan Tewas akibat Tanah Longsor di Papua Nugini

WARTAPENANEWS.COM – Tanah longsor di sebuah desa terpencil di bagian utara Papua Nugini menewaskan sekitar 100 orang. Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Jumat (24./5/2024) mengatakan jenazah sedang dievakuasi setelah tanah

02
|
24 May 2024 - 13:39
Sejak 2023, 22 Ribu Konten Judi Online Susupi Situs Pemerintah

WARTAPENANEWS.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan sebanyak lebih 22 ribu konten judi online susupi situs pemerintah sejak tahun 2023 hingga 22 Mei 2024. Budi Arie

03