29 Januari 2023 - 07:08 7:08
728x90

Tahun Depan, BBM Beroktan Tinggi Bakal Disubsidi

WartaPenaNews, Jakarta – Konsumsi solar bersubsidi dikhawatirakan menembus angka 15,3 juta kiloliter tahun ini. Kondisi ini jelas melebihi kuota penyaluran solar yang telah ditetapkan pemerintah 14,5 juta kiloliter. Parahnya, jika ini dibiarkan, maka terus membebani APBN.

Melihat posisi ini, pemerintah punya skenario lain dengan mengusulkan Bahan Bakar Minyak (BBM) beroktan tinggi saja yang dikenakan subsidi pada tahun 2020.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan jika anggaran subsidi melebihi target, maka imbasnya defisit anggaran melebar. Bisa jadi, pemerintah bakal membebankan selisih subsidi dan realisasi solar kepada Pertamina atau memberikan support kepada Pertamina lewat nominal PMN (penyertaan modal negara) yang lebih besar.

“Ini yang dikawatirkan. Konsumsi terus bertambah. Secara otomatis beban keuangan negara juga naik. Ini realistis. Kemungkinan pemerintah memiliki skenario lain, dalam menekan beban ini,” terangnya.

Dalam posisi ini, lanjut dia, pemerintah ada baiknya melakukan perbaikan. Salah satunya dari sisi pengawasan. “Bisa dicek dominasi kebutuah ada dimana saja, dan dimana jumlah konsumsi terbanyak. Akan terukur jika disesuaikan dengan melakukan beberapa langkah, yang diharapkan tidak membebani keuangan,” terangnya.

Terpisah, Direktur Bahan Bakar Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Patuan Alfon Simanjuntak berpendapat, pemerintah telah membagi kuota per kabupaten/kota untuk menghindari kuota berlebih. “Ya, kalau ada over di beberapa kabupaten atau kota, BPH akan merelokasi kuota dari kabupaten atau kota yang stoknya banyak. Dengan demikian, tidak perlu menambah volume secara nasional,” tuturnya.

Kelebihan penyaluran solar bersubsidi memang berdampak negatif terhadap APBN. Sebab, pemerintah telah menaikkan anggaran subsidi solar dari Rp500 per liter menjadi Rp2 ribu per liter tahun lalu.

Menanggapi pendapat dan isu yang berkembang, Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan, pemerintah memang pesimistis dengan penerimaan sektor migas tahun ini. Sebab, harga minyak dunia dan ICP (Indonesia Crude Price) belum setinggi asumsi ICP APBN 2019 sebesar USD 70 per “Kondisinya memang begitu. Saya berbicara dengan hitungan yang ada,” terangnya.

Sampai kemarin, lanjut dia belum ada pertemuan kabinet soal perlu tidaknya APBN-P karena asumsi USD 70 per barel itu tidak tercapai dua bulan pertama. Selain minyak, sentimen harga gas ikut mengurangi potensi penerimaan negara. Itu sudah bagian dari beban negara.

“Saat ini kita hanya berupaya mengusulkan bahan bakar Pertamax mendapatkan subsidi pada 2020. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan konsumsi bahan bakar ramah lingkungan,” kata dia.

Ke depan, lanjut dia, perlu dipertimbangkan, mensubsidi bahan bakar yang beroktan tinggi saja. Kondisi ini bisa dilakukan pada pada APBN 2020 mendatang. Ya tadi seperti saya bilang, skenario ini subsidi ke Pertamax saja,” ujar Jonan.

Jonan mengungkapkan, tahun ini, negara memberikan subsidi energi terhadap bahan bakar Solar dan LPG 3 kilogram (Kg). Selain itu, meski tidak mendapatkan subsidi, pemerintah juga menahan harga jual Premium yang masih di bawah keekonomiannya.

Padahal, pemerintah ingin mendorong pemanfaatan energi bersih. Terlebih, Pertamina tengah melaksanakan proyek pembangunan kilang dengan standar Euro 4. “Jadi, yang gunakan (subsidi) besar itu bahan bakar ramah lingkungan. Tetapi (subsidi, red) ini dibahas untuk periode tahun selanjutnya APBN 2020,” ujarnya.

Sayangnya, Jonan tak merinci besaran subsidi yang dapat diberikan untuk bahan bakar beroktan 92 itu. Saat ini, harga jual Pertamax di Pulau Jawa ditetapkan sebesar Rp9.850 per liter. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Ketua Komite Yudisial Asprov PSSI Sulut Dorong Devanda Aditya Putra Jadi Sekjen PSSI

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
28 Januari 2023 - 21:36
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak

wartapenanews.com -  " Saat dunia krisis energi tak terbaharukan, sejumlah kebijakan dan upaya dilakukan pemerintah dan staken holder dengan menghadirkan alternatif energi alam yang ramah lingkungan. Energi alam terbaharukan ini

01
|
28 Januari 2023 - 21:31
Rayakan Hari jadi ke 110 Tahun Sharp Gaungkan Kampaye Pelestarian Lingkungan ke Siswa Sekolah

wartapenanews.com - Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2022 volume sampah di Indonesia mencapai 17.729.071 sampah per tahunnya. Sebesar 18,3%-nya adalah sampah plastik. Saat

02
|
28 Januari 2023 - 12:40
Biaya Haji Naik Jangan Panik, Arrum Haji Pegadaian Jadi Solusi Wujudkan Niat Baik

wartapenanews.com -  Usulan kenaikan biaya haji tengah menjadi perbincangan publik. Tak hanya memakan waktu tunggu keberangkatan yang semakin lama, melainkan biaya haji yang nyaris naik dua kali lipat dibandingkan tahun

03