“Yuk…, Pilah Sampah Mulai dari Sekarang!”

oleh -

WartaPenaNews, Jakarta – Timbunan sampah di tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton, 15 % nya merupakan sampah plastik, (data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia).
Dari jumlah tersebut, 88,17% sampah plastik masih diangkut ke TPA atau berserakan mengotori lingkungan.

Selaras dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia “Ecosystem Restoration” bertujuan untuk mendorong semua pihak terlibat dalam gerakan global, untuk mencegah, menghentikan dan merestorasi degradasi ekosistem, demi masa depan yang berkelanjutan.

Penting untuk menggalakkan pengumpulan dan pemilahan sampah rumah tangga, sehingga tidak tercecer mencemari lingkungan. Serta upaya daur ulang plastik, agar tidak berakhir di TPA.

Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability Unilever Indonesia menyampaikan, “Sejalan dengan komitmen hingga tahun 2025 mendatang, Unilever Indonesia akan mengumpulkan sampah plastik lebih banyak, dari yang kami produksi. Hari ini, kami meluncurkan #GenerasiPilahPlastik.

Kami mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan, serta lebih bertanggung jawab terhadap kemasan yang mereka gunakan, terutama kemasan plastik. Hal ini sejalan dengan strategi bisnis global ‘The Unilever Compass’, di mana Unilever berkomitmen untuk menumbuhkan bisnis yang berkelanjutan, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat pada sosial dan lingkungan. ”

Ajakan ini menjadi relevan, mengingat tahap pengumpulan dan pengolahan sampah plastik merupakan komitmen penting dalam mengurangi beban sampah terhadap lingkungan, sekaligus menerapkan ekonomi sirkular.

Agung Pujo Winarko, S.Si, M.Si, Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengatakan, “Dinas Lingkungan Hidup secara berkesinambungan mendorong berkembangnya pengelolaan persampahan. Khususnya kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah lewat partisipasi masyarakat, peningkatan usaha swasta, serta peningkatan kondisi lingkungan.

Untuk mengugah peran aktif masyarakat, selain edukasi, juga perlunya gimmick atau reward. Misalnya, dengan memberikan emas atau token listrik bagi masyarakat yang telah “menabung” sampah di bank selama setahun, “kata Agung.

Selain peran aktif masyarakat, ketersediaan sarana pendukung bagi masyarakat untuk menerapkan pilah sampah merupakan hal yang tidak kalah krusial. Unilever Indonesia berhasil membina 3.859 unit bank sampah di 37 kota, yang tersebar di 12 provinsi. Selain memperkuat eksistensi peranan bank sampah binaannya melalui upaya digitalisasi, bekerja sama dengan platform google My Business, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses dan memajukan bank sampah terdekat.

Berkat penerapan komitmen untuk mengurai permasalahan plastik dari hulu, tengah, hilir, hingga rantai bisnisnya secara total, di tahun 2020, Unilever Indonesia telah mengumpulkan dan memproses lebih dari 16.300 ton sampah plastik.” (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.