21 June 2024 - 09:26 9:26

Butuh Proses Panjang Bagi WNI Simpatisan ISIS yang Ingin Pulang ke Indonesia

WartaPenaNews, Jakarta – Sebagian warga Indonesia yang ditemukan berada di antara ribuan petempur asing ISIS menyatakan ingin kembali ke Indonesia. Di antara mereka terdapat puluhan anak dan perempuan, yang saat ini berada di kamp pengungsi di Al-Hol, Suriah timur.

Mereka sebelumnya berada di Baghuz, kantong terakhir kelompok ISIS, yang direbut oleh Pasukan Demokratis Suriah, SDF pimpinan suku Kurdi.

Salah seorang warga Indonesia, Maryam, menyebut berasal dari Bandung, Jawa Barat. Dia menyatakan, ingin pulang ke Indonesia. Bersama empat anaknya, Maryam ditemui di Al-Hol pada pekan pertama bulan Maret oleh Afshin Ismaeli, seorang wartawan lepas.

“Saya dengan empat anak dan keluar dari Baghuz, kami ingin pulang ke negara asal kami, ke Indonesia,” kata Maryam dalam rekaman video yang dibuat Afsin.

Menanggapi perihal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemnlu) Armanatha Nasir memastikan, harus memverikasi lebih dahulu pengakuan adanya WNI yang mengaku pernah bergabung dengan ISIS di Suriah, dan menyatakan ingin pulang ke Indonesia.

Puluhan orang, di antaranya anak-anak dan kaum perempuan, yang mengaku warga Indonesia itu ditemukan berada di antara ribuan petempur asing ISIS, yang saat ini berada di kamp pengungsi di Al-Hol, Suriah timur.

“Seperti saat proses pemulangan kembali atas 17 WNI dari Suriah pada 2017, verifikasi membutuhkan proses panjang dan memakan waktu lama, baik di Suriah maupun Indonesia,” kata Armanatha di Jakarta, Kamis (28/3)

“Apakah mereka benar-benar WNI. Setelah itu ada tahap selanjutnya, yaitu melihat situasi mereka, keadaan mereka, terkait psikologisnya, radikalisme mereka dan sebagainya, itu terus kita kawal, sampai nanti ada keputusan bagaimana kita bisa membantu mereka,” tambahnya.

Menurut Armanatha, pihak Kemenlu belum bisa mamastikan kapan tahap-tahap tersebut bisa dilakukan. Yang pasti, proses akan melibatkan pihak Imigrasi, kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT, hingga keluarganya di Indonesia.

Pendataan jumlah WNI pun sulit dilakukan karena semua yang berangkat ke Suriah dan bergabung ke ISIS tidak melapor kepada pemerintah.

“Kalau saya ditanya berapa jumlah WNI di Suriah yang tidak melapor diri, ya tidak ada, karena memang kalau mereka tidak melapor diri mereka tidak punya datanya,” katanya.

Menurut Armanatha, ada sejumlah faktor yang menyulitkan pemerintah Indonesia untuk mengecek dan melakukan verifikasi. Hal itu dikarenakan kondisi Suriah yang hancur.

“Akses ke mereka pun sulit, karena mereka bukan ada di Damaskus, kalau WNI yang ada di Damaskus lebih gampang untuk diakses,” pungkasnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
21 June 2024 - 09:24
Telat Hidangkan Makan, Suami di Prabumulih Hajar Istri hingga Babak Belur

WARTAPENANEWS.COM – Pria bernama Sucipto (40 tahun) di Kota Prabumulih, Sumsel, ditangkap polisi usai gebuki istrinya berinisial OS (43 tahun) sampai babak belur. Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Herli Setiawan,

01
|
21 June 2024 - 09:11
Pengangguran di Makassar Aniaya dan Perkosa Pacar hingga Ancam Sebar Video Mesum

WARTAPENANEWS.COM –  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro meringkus seorang pemuda lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya. Tak hanya menganiaya, pemuda tersebut juga diduga melakukan pengancaman untuk

02
|
21 June 2024 - 08:32
IHSG Diprediksi Makin Menguat

WARTAPENANEWS.COM –   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi naik pada perdagangan hari ini. Kenaikan indeks menyusul penguatan yang terjadi hampir sepanjang perdagangan pada Kamis kemarin. Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan

03