20 May 2024 - 00:42 0:42

Debat Pilpres Dinilai Bukan Kampanye yang Efektif

WartaPenaNews, Jakarta – Debat pemilihan presiden (Pilpres) putaran kedua tinggal menunggu hari. Belajar dari debat pertama, semua pihak berharap dalam debat kedua nanti menjadi ajang adu gagasan dan bukan arena saling serang program kedua calon baik Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Debat kedua pilpres akan digelar, Minggu (17/2) depan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, sejatinya debat pilpres bukan kampanye yang efektif menjaring suara. Bagi penantang sekalipun, kampanye door to door lebih berpengaruh ketimbang fokus dalam debat pilpres. “Debat hanya mempengaruhi swing voters (massa mengambang-red). Sedangkan kampanye mendatangi langsung dari pintu ke pintu masih merupakan kampanye paling efektif,” jelas Ujang, Rabu (6/2).

Ujang juga menyebut jika debat menjadi sangat penting karena kedua paslon akan dilihat dan dinilai oleh seluruh pemilih di nusantara ini bahkan bagi pemilih yang ada di luar negeri. Pengaruhnya besar bagi pemilih yang belum menentukan pilihan. “Di pilihan para swings voters akan ditentukan ketika selesai melihat debat,” terangnya.

Ia menambahkan, teknik kampanye via udara (media tv, radio, medsos dan media daring) dianggap lebih efektif untuk mendulang suara di pedesaan. Ditambah dengan door to door campaign akan menambah daya gedor meraup suara massa.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum KPU Wahyu Setiawan mengatakan, jika kedua paslon jangan terfokus kepada debat. Menurutnya, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk menarik pemilih.

Debat capres-cawapres sebenarnya salah satu dari sembilan metode kampanye. Kepentingannya KPU ada dua. Pertama fasilitasi paslon menyampaikan visi-misi program. Kedua fasilitasi pemilu agar mendapat informasi terkait performa paslon, visi misi program paslon.

“Kami berharap paslon dan tim suksesnya memanfaatkan matode kampanye lain. Pertemuan tatap muka, terbatas, pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, medsos. Kami pandang metode lain belum dioptimalisasi. Silahkan manfaatkan metode yang lain untuk eksplor visi-misi program paslon,” bebernya.

Menurutnya, jika semua hanya bertumpu pada debat untuk memperoleh info utuh KPU akan terkendala sisi waktu. “Kami mendorong metode lain dimanfaatkan,” tambahnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
18 May 2024 - 12:19
Sosok Ayah Pacar Vina Cirebon Ternyata Seorang Perwira Polisi

WARTAPENANEWS.COM –  Ternyata sosok ayah pacar Vina Cirebon yang tewas dibunuh seorang Perwira Polisi. Diketahui, kasus Vina kembali jadi perhatian masyarakat setelah diangkat ke layar lebar pada 2024 dengan judul

01
|
18 May 2024 - 11:17
Gegara Perang Gaza, Ada Perpecahan Dalam Kabinet Israel

WARTAPENANEWS.COM –  Satu demi satu perpecahan dalam kabinet Israel terkait perang di Gaza mulai terungkap. Menteri Pertahanan Yoav Gallant secara terbuka menuntut strategi yang jelas dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,

02
|
18 May 2024 - 10:15
Pejabat Kemenhub yang Buat Sumpah Sambil Injak Al-Quran, Dilaporkan ke Polisi

WARTAPENANEWS.COM – Pejabat Kementerian Perhubungan bernama Asep Kosasih dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Laporan itu dibuat berdasarkan sebuah video viral yang menampilkan Asep sedang melakukan sumpah

03