28 February 2024 - 15:27 15:27

Ekspektasi Publik Tinggi, KPU Didesak Lakukan Perubahan di Debat Kedua

WartaPenaNews, Jakarta – Besarnya tekanan publik mulai membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) melunak. Langkah perbaikan mulai digagas satu demi satu. Dari, sisi jam tayang, sampai penghentian bocoran soal dalam debat kedua yang akan berlangsung, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2) mendatang.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengakui ekspektasi publik yang begitu tinggi. Baik dari sisi tema yang diusung, problem dan solusi yang diangkat, sampai gestur tubuh pasangan calon.

“Masukan dari publik kita tampung. Debat kedua yang mengusung tema energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup akan berbeda. Ekpestasi publik sudah kita tangkap, baik soal waktu yang terlalu larut sampai penghentian bocoran,” terang Wahyu, Minggu (20/1).

Secara internal, lanjut dia KPU terus melakukan evaluasi menyeluruh. Terkait format dan mekanisme debat untuk perbaikan di edisi berikutnya. “Yang paling disorot ya soal kisi-kisi pertanyaan. Ini yang kita tidak berikan lagi,” imbuhnya.

Perbaikan-perbaikan lainnya akan terus dibahas agar pelaksanaan debat kedua 17 Februari mendatang bisa memenuhi ekspektasi semua pihak. “Tentu KPU RI atas kritik dan saran dari masyarakat. Kita juga menginginkan esensi dari debat itu tersaring, dan punya nilai plus bagi publik,” tambah mantan Komisioner KPU Jawa Tengah itu.

Terpisah, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini juga mengingatkan KPU agar lebih konsisten dalam peraturan perundangan. UU pemilu hanya mewajibkan KPU meminta pertimbangan paslon dalam menunjuk moderator. Selebihnya merupakan otoritas KPU sebagai penyelenggara.

Karena itu, dia menyarankan KPU menyiapkan debat seperti menyiapkan PKPU. Konsep debat secara matang dibuat oleh KPU tanpa intervensi paslon. Kemudian, terhadap konsep tersebut dilakukan uji publik. “Di situlah KPU akan mendapat masukan. Tetapi tetap saja, pengambil keputusan,” ujarnya.

Kemudian, KPU jangan lagi mengambil panelis dari usulan kandidat. Itu akan menimbulkan kesan ada hubungan politik antara panelis dengan kandidat. KPU, lanjut Titi, harus menunjukkan otoritasnya sebagai penyelenggara dengan memutuskan sendiri siapa panelis debat.

Selain itu, tidak perlu ada kisi-kisi pertanyaan yang diberitahukan. Pertanyaan itu harus merupakan hasil pendalaman panelis dan barus disampaikan saat debat. “Untuk melihat respons orisinal atau otentik dari pasangan calon,” jelas perempuan kelahiran Palembang itu.

Catatan lain dari Titi adalah jam tayang debat yang terlalu malam. Dia menuturkan, Indonesia memiliki tiga zona waktu, dan Jakarta berada di zona terakhir. Kalau jam delapan malam, itu jam 10 di Indonesia Timur. Sehingga selesainya jam 12 malam, lanjutnya.

Menurut Titi, sebaiknya debat dimajukan setidaknya menjadi pukul 19.00 Wib atau 21.00 Wit. Bila maju menjadi pukul 18.00, akan banyak tudingan karena waktunya mepet dengan jadwal salat. “Kami sebenarnya di awal mengusulkan debat diselenggarakan mewakili tiga wilayah besar Indonesia. Barat, Tengah, Timur,” tambahnya.

Terpisah, Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, dengan melunaknya KPU tentu ini menjadi angin segar. Dan harapannya menjamin debat kedua berlangsung lebih seru dan sengit.

“Dari suguhan di debat pertama sudah tampak mana saja yang perlu diperbaiki. Sehingga, debat kedua para kandidat bisa dikuras lebih maksimal,” ujar Hendri. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
28 February 2024 - 12:16
Mantan Suami Artis yang Lepas Tembakan di Jaktim Dibekuk Polisi

WARTAPENANEWS.COM  -  Polisi menangkap Gathan Saleh Hilabi, mantan suami artis yang melakukan penembakan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. "Sudah ditangkap," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly saat

01
|
28 February 2024 - 11:17
Wacana KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama, MUI Minta Kemenag Kaji Ulang

WARTAPENANEWS.COM  -  Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Kementerian Agama (Kemenag) mengkaji ulang wacana penggunaan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menjadi tempat nikah semua agama. Sebab,

02
|
28 February 2024 - 10:14
Hujan di Jabodetabek Awet, Diperkirakan hingga Siang Hari

WARTAPENANEWS.COM  -  Hujan mengguyur Jabodetabek sejak Rabu (28/2) dini hari hingga berita ini diunggah. Hujan awet ini dan diperkirakan turun hingga pukul 11.00 WIB. BMKG dalam peringatan dini terbaru menginformasikan

03