2 Februari 2023 - 14:45 14:45
728x90

Saat Pamor Pileg Tergerus oleh Antusiasme Pilpres 2019

WartaPenaNews, Jakarta – Di tengah antusiasme sebagian masyarakat menyambut pemilihan presiden, animo yang sama tidak dirasakan kala mereka membahas siapa calon anggota legislatif yang akan mereka coblos pada pemilu serentak mendatang.

Menurut hasil survei lembaga riset dan konsultan politik Charta Politika, sebagian besar pemilih (72,3%) akan terlebih dahulu mencoblos siapa pasangan capres-cawapres pilihan mereka di kertas suara, baru kemudian memilih siapa calon anggota legislatif yang mereka anggap layak duduk di parlemen.

Data tersebut dikumpulkan dalam survei preferensi politik masyarakat yang dilakukan sejak 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. “Secara tata negara, memang polanya akan seperti itu. Dalam sistem presidensial, yang dianggap sebagai pemilu mayor itu adalah pemilu presiden,” tutur Direktur eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, melansir BBC.

“Juga secara perilaku, pemilih memang lebih mudah kan menentukan pilihan terhadap presiden, apalagi hanya dua pilihan gitu, yang saya suka dan yang tidak saya suka, dibandingkan dengan kompleksitas banyaknya caleg dalam pilihan terhadap parpol,” tambahnya.

Semakin berkurangnya gaung Pileg 2019, juga dipengaruhi oleh pelaksanaan pemilu serentak yang pertama kalinya. Hal ini membuat kinerja partai politik tidak maksimal untuk ‘menjual’ kader-kadernya dalam pemilu legislatif, karena disibukkan upaya pemenangan capres-cawapres yang diusung atau didukung.

“Sebenarnya sudah bisa diduga sejak awal ketika ini (Undang-undang Pemilu) disahkan. Sangat tidak mungkin partai bisa kerja simultan untuk bekerja memenangkan partai di pileg secara optimal, tapi di sisi lain juga akan bekerja untuk mendukung capresnya juga secara optimal. Pasti ada yang dikorbankan pada akhirnya,” ungkap Pengamat politik LIPI, Wawan Ichwanuddin.

Hal ini diprediksi bisa tercapai dengan timbulnya coattail effect (efek ekor jas), bagi partai pengusung yang biasanya muncul dalam penyelenggaraan pemilu serentak.

Hal serupa juga diungkapkan Yunarto. Menurutnya, dengan digelar secara bersamaan, ada kecenderungan alam bawah sadar pemilih di mana setelah mereka memilih capres, ia juga akan memilih partai yang berasosiasi dengan capres tersebut.

“Efek ekor jas ada kecenderungan orang akan melandaskan pilihannya di pileg karena didasarkan pada pilihannya di pilpres, bukan karena objektivitas melihat partai mana yang lebih bagus,” ujar Yunarto.

Namun, sambung Wawan, pada praktiknya, dinamika di akar rumput dianggap sangat cair. Menurutnya, belum tentu pemilih yang mendukung capres A, akan memilih caleg yang berasal dari partai pendukung/pengusung capres A. Dia menilai, tidak semua lapisan masyarakat memahami logika berpikir tersebut.

“Misalnya, peduli amat bahwa saya pilih Prabowo atau pilih Jokowi, tetapi ketika untuk pilih DPR, saya akan cenderung kepada caleg atau partai yang memang saya kenal,” ujar Wawan.

“Atau lebih buruk lagi misalnya, di lapangan, saya akan milih untuk DPR atau DPRD itu bukan karena partai itu mendukung Jokowi atau Prabowo, tapi saya pilih partai itu, caleg itu, karena dia yang memberikan uang,” tutupnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
film
Deretan Film Semi China Terbaik
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
satu 1
Harry Tanoe Mundur dari Dirut MNC Digital (MSIN)
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
sidang ferdy sambo
Hari Ini, Enam Eks Anak Buah Sambo Jalani Sidang Tuntutan
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
2 Februari 2023 - 12:03
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Dijaga Ketat Polisi

wartapenanews.com - Puluhan polisi tampak berbaris, menjaga ketat tempat kejadian perkara (TKP) rekonstruksi ulang kecelakaan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Attalah Syaputra di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Puluhan polisi

01
|
2 Februari 2023 - 11:08
Nunung Divonis Idap Kanker Payudara

wartapenanews.com -  Kabar kurang menyenangkan datang dari pelawak Nunung Srimulat. Belum lama ini, ia divonis dokter mengidap penyakit kanker payudara. Awalnya, Nunung merasakan ada benjolan di sekitar payudaranya. Namun, ia

02
|
2 Februari 2023 - 10:06
Hari Ini, Polda Metro Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

wartapenanews.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi ulang kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah (18), di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (2/2). Polisi

03