20 May 2024 - 00:00 0:00

Menko PMK Ingatkan Pentingnya Toleransi dan Kemajemukan Bangsa untuk Masa Depan Indonesia

WartaPenaNews, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengapresiasi Gerakan Suluh Kebangsaan. Gerakan itu menurutnya merupakan forum yang bermanfaat untuk berdiskusi bagi masa depan kehidupan dan kerukunan umat beragama.

“Saya mengapresiasi terbentuknya Gerakan Suluh Kebangsaan yang digagas oleh para pemuka agama dan saya harap gerakan ini juga dapat dijadikan momentum sekaligus forum yang bermanfaat untuk berdiskusi bagi masa depan kehidupan dan kerukunan umat beragama,” demikian yang disampaikan Menko PMK, Puan Maharani dalam pembukaan Rembug Nasional “Api Islam Untuk Peradaban Indonesia Masa Depan” yang digagas oleh Gerakan Suluh Kebangsaan dan bertempat di Ballroom Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Menko PMK juga menjelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki 714 suku, 1.100 bahasa, yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau. Sebagai bangsa yang besar dan memiliki keberagaman yang harus dijaga, Menko PMK juga mengingatkan agar pesta demokrasi yang nanti akan dilaksanakan dapat dilakukan dengan perasaan gembira sebagai bagian dari satu bangsa, jangan sampai perbedaan dapat memecah belah bangsa.

Lebih lanjut dikatakannya, di dalam Indonesia modern istilah Api Islam mulai pertama dilontarkan oleh Bung Karno setelah mendalami Islam dalam masa-masa perjuangan, termasuk pemenjaraan dan pengasingan terhadap beliau pada masa penjajahan. Bagi Bung Karno, Islam adalah agama yang mendorong kemajuan bagi umat manusia dan semua bangsa di dunia.

Bung Karno juga senantiasa menyintesiskan Islam dan nasionalisme serta menjadikan keduanya sebagai inti dari nilai-nilai Pancasila agar dapat bersatu padu menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dan membangun negeri serta menghendaki bangsa Indonesia menjadi bangsa yang religius dengan cara saling hormat-menghormati dan hidup berdampingan dengan damai, serta bertoleransi antar umat beragama.

Diakhir sambutannya, Menko PMK mengatakan bahwa Pancasila, yang di dalamnya mengandung unsur-unsur ke-Islaman dan kebangsaan adalah laksana dua rel kereta api yang jika keduanya berdampingan dengan kokoh dan akan dapat mengantarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segenap rakyatnya yang majemuk, baik dari aspek suku, agama, ras, etnis dan antar golongan sampai kepada tujuannya yaitu suatu tatanan masyarakat adil dan makmur serta bahagia lahir batin melalui pembangunan spritual dan material secara seimbang.

“Saya berharap forum ini akan menjadi “Api” dalam mengembalikan kejayaan Islam untuk peradaban masa depan khususnya di Indonesia dan umumnya Dunia Internasional. Mari kita wujudkan bahwa Islam adalah Rahmatan lil’alamiin,” tutup Menko PMK.

Hadir dalam acara ini Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Moh. Mahfud MD serta Pimpinan Ormas Islam di Indonesia. (*/sol)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
18 May 2024 - 12:19
Sosok Ayah Pacar Vina Cirebon Ternyata Seorang Perwira Polisi

WARTAPENANEWS.COM –  Ternyata sosok ayah pacar Vina Cirebon yang tewas dibunuh seorang Perwira Polisi. Diketahui, kasus Vina kembali jadi perhatian masyarakat setelah diangkat ke layar lebar pada 2024 dengan judul

01
|
18 May 2024 - 11:17
Gegara Perang Gaza, Ada Perpecahan Dalam Kabinet Israel

WARTAPENANEWS.COM –  Satu demi satu perpecahan dalam kabinet Israel terkait perang di Gaza mulai terungkap. Menteri Pertahanan Yoav Gallant secara terbuka menuntut strategi yang jelas dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,

02
|
18 May 2024 - 10:15
Pejabat Kemenhub yang Buat Sumpah Sambil Injak Al-Quran, Dilaporkan ke Polisi

WARTAPENANEWS.COM – Pejabat Kementerian Perhubungan bernama Asep Kosasih dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Laporan itu dibuat berdasarkan sebuah video viral yang menampilkan Asep sedang melakukan sumpah

03