26 May 2024 - 03:03 3:03

Minyak Nabati Global Melimpah, Harga Minyak Nabati Global Terjerembab

WartaPenaNews, Jakarta – Harga CPO global kembali terjerembab pada November 2018 dengan harga rata-rata US$473,6 per metrik ton. Harga ini merupakan harga terendah sejak Juli 2006.

Melimpahnya stok minyak nabati global seperti sawit, kedelai, biji bunga matahari dan rapeseed menyebabkan harga minyak nabati global turun. Keadaan juga diperparah dengan lemahnya permintaan pasar global, sehingga harga masih akan sulit terangkat.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat sepanjang November 2018 kinerja ekspor minyak sawit Indonesia juga mengalami penurunan. Harga yang rendah tidak serta merta mendongkrak pembelian oleh negara-negara pengimpor minyak sawit.

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono menyebut, volume ekspor minyak sawit Indonesia membukukan penurunan 4% dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau dari 3,35 juta ton turun menjadi 3,22 juta ton. Khusus volume ekspor CPO, PKO dan turunannya saja mencapai 2,99 juta ton atau turun 5% dibandingkan pada Oktober lalu yang membukuan 3,14 juta ton.

“Dari total ekspor 2,99 juta ton ini terdiri dari CPO sebanyak 866,19 ribu ton atau 29% dari total ekspor, sedangkan sisanya 2,13 juta ton (71% dari total ekspor) adalah produk turunan dari CPO,” kata Mukti dalam siaran persnya, Selasa (8/1/2019).

Pada November 2018 Pakistan mencatatkan rekor tertinggi pembelian minyak sawit terbanyak sepanjang sejarah perdagangan minyak sawit Indonesia dan Pakistan yaitu sebesar 326,41 ribu ton atau naik 32% dibandingkan bulan sebelumnya dengan volume 246.97 ribu ton.

“Ke depan dengan semakin luasnya Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Pakistan, serta sedang dijajaki untuk ditingkatkan menjadi perdagangan bebas, maka peluang Indonesia untuk terus meningkatkan perdagangan minyak sawit akan semakin besar,” katanya.

Pakistan memiliki penduduk yang banyak dan minyak sawit merupakan salah satu minyak utama yang digunakan dalam produk makanan, rumah tangga dan industri lainnya sehingga sangat penting bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat
proses pemberlakuan PTA yang telah direview bersama dan juga mengakselerasi PTA menjadi FTA (free trade agreement).

Pakistan adalah negara-negara Timur Tengah yang juga membukukan kenaikan impor minyak sawit dari Indonesia sebesar 31% (dari 120,20 ribu ton naik menjadi 157,81 ribu ton) dan India mengikuti dengan kenaikan tipis yaitu 3% (dari 689.17 ribu ton naik menjadi 711,31 ribu ton).

Sebaliknya beberapa negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia mengalami penurunan seperti China 20%, Negara Uni Eropa 21%, Amerika Serikat 10% dan Bangladesh 58%). Penurunan impor dari negara-negara ini disebabkan masih tingginya stok minyak nabati di dalam negeri.

Di sisi produksi, sepanjang bulan November 2018 produksi diprediksi mencapai 4,16 juta ton atau turun sekitar 8% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 4,51 juta ton. Siklus produksi ini merupakan siklus normal yang sudah mulai melewati musim panen raya.

Turunannya produksi dan ekspor serta mulai tingginya penyerapan domestik mengikis stok minyak sawit Indonesia menjadi kira-kira 3,89 juta ton.

Di sisi harga, sepanjang November 2018 harga bergerak di kisaran US$ 440 – US$ 512,50 per metrik ton, dengan harga rata-rata US$ 473,6 per metrik ton. Respon terhadap harga yang jatuh sudah pada titik nadir ini membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk menghapus pungutan ekspor (CPO Fund). (isu/rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
25 May 2024 - 12:41
Terjadi Lagi, Bus Rombongan Study Tour Alami Kecelakaan di Sumsel

WARTAPENANEWS.COM – Kecelakaan bus rombongan study tour kembali terjadi, kali ini dialami oleh bus membawa rombongan study tour Sekolah Dasar (SD) yang diduga dari Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Sumatera

01
|
25 May 2024 - 11:38
Di Wilayah Ini, Kendaraan Tanpa Pelat Nomor Makin Marak

WARTAPENANEWS.COM –  Kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil tanpa pelat nomor (TNKB) kembali marak di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Ironisnya, para pengemudi kendaraan ini rata-rata mengemudi secara ugal-ugalan

02
|
25 May 2024 - 10:39
Makin Meluas, Ada 47 RT di Jakarta yang Terendam Banjir

WARTAPENANEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya mulai Jumat (24/5), menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah wilayah, Sabtu (25/5). BPBD DKI melaporkan, banjir siang ini meluas hingga ke

03