2 Februari 2023 - 17:34 17:34
728x90

Pemerintah Australia Bakal Sanksi Senator Fraser Anning

WartaPenaNews, Jakarta – Pemerintah Australia mengaku, akan mengambil langkah tegas untuk merespons pernyataan kontroversial salah satu senatornya, Fraser Anning, yang telah menuduh imigran Muslim sebagai penyebab penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Duta Besar Australia di Jakarta, Gary Quinlan menuturkan, pemerintah akan menggelar rapat di parlemen pada 2 April mendatang untuk membicarakan sanksi bagi Anning.

“Pemerintah dan seluruh partai politik akan mengambil langkah menanggapi sikap individu tersebut (Anning) pada 2 April mendatang di parlemen,” kata Quinlan saat bertemu dengan sejumlah petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa (19/3).

Pernyataan itu dilontarkan Quinlan menanggapi pernyataan Anning, yang menyebut bahwa kaum imigran Muslim menjadi penyebab teror Christchurch terjadi.

Dalam pernyataannya pada Jumat (15/3), Anning mengatakan, penyebab penembakan massal yang terjadi di dua masjid di pusat Kota Christchurch bukan karena aturan kepemilikan senjata yang lemah.

Dia menganggap, program imigrasi yang yang mengizinkan imigran Muslim fanatik tinggal di Selandia Baru menjadi penyebab utama teror terjadi. Dalam pernyataannya, Anning bahkan menyebut Islam sama dengan fasisme.

“Mari kita perjelas, ketika umat Muslim menjadi korban dalam kekerasan hari ini, biasanya mereka lah yang menjadi pelaku. Secara global, kaum Muslim banyak membunuh orang dengan mengatasnamakan agama,” kata Anning.

Pernyataan itu mendapat kecaman dari banyak pihak, termasuk Indonesia. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bahkan memanggil Quinlan untuk menyampaikan kecamannya terhadap pernyataan Anning tersebut.

Dalam pertemuan dengan Quinlan, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas juga menganggap pernyataan Anning itu sangat menyesatkan dan tidak dapat diterima karena mengkaitkan agama, terutama Islam, dengan tindakan kekerasan.

Menanggapi hal itu, Quinlan sepakat bahwa pernyataan salah satu senator negaranya itu sangat tidak bisa diterima bahkan oleh seluruh komunitas dan jajaran pemerintah Australia.

Ia menegaskan pernyataan Anning, senator dari negara bagian Queensland itu, bertentangan dengan prinsip yang diterapkan masyarakat Australia.

“Karena tuduhan terhadap suatu agama apa pun, agama apa pun, itu bertentangan dengan prinsip masyarakat Australia,” kata Quinlan. (*/dbs)

 

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
film
Deretan Film Semi China Terbaik
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
satu 1
Harry Tanoe Mundur dari Dirut MNC Digital (MSIN)
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
sidang ferdy sambo
Hari Ini, Enam Eks Anak Buah Sambo Jalani Sidang Tuntutan
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
2 Februari 2023 - 12:03
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Dijaga Ketat Polisi

wartapenanews.com - Puluhan polisi tampak berbaris, menjaga ketat tempat kejadian perkara (TKP) rekonstruksi ulang kecelakaan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Attalah Syaputra di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Puluhan polisi

01
|
2 Februari 2023 - 11:08
Nunung Divonis Idap Kanker Payudara

wartapenanews.com -  Kabar kurang menyenangkan datang dari pelawak Nunung Srimulat. Belum lama ini, ia divonis dokter mengidap penyakit kanker payudara. Awalnya, Nunung merasakan ada benjolan di sekitar payudaranya. Namun, ia

02
|
2 Februari 2023 - 10:06
Hari Ini, Polda Metro Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

wartapenanews.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi ulang kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah (18), di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (2/2). Polisi

03