17 June 2024 - 01:06 1:06

Pengacara First Travel, Silahkan Gugat Kami

WartaPenaNews, Jakarta – Pengacara First Travel Boris Tampubolon mempersilahkan para korban First Travel menggugat pihaknya. Secara hukum, dia tak mempersoalkan rencana gugatan tersebut.

“Silahkan saja, karena menurut saya gugatan ini sah-sah saja,” kata Boris di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Dia justru menyesalkan putusan MA yang menyita seluruh aset milik kliennya lantaran aset-aset itu bukan diperoleh dari hasil korupsi uang negara. “Kok putusan malah menyatakan dirampas oleh negara. Padahal aset-aset itu bukan diperoleh dari uang negara. Apalagi dianggap merugikan keuangan negara,” terang Boris.

Menurut pertimbangannya, aset-aset itu diperoleh dari kepiawaian bisnis yang dilakukan oleh Andhika semasa menjabat sebagai presiden direktur First Travel. Selama menjabat posisi tersebut, sambung Boris, Andhika memiliki strategi tersendiri untuk memberangkatkan jamaah umrah hanya dengan membayar ongkos senilai Rp17 juta.

Ia juga menilai bahwa perkara yang melilit kliennya itu bukan perbuatan pidana melainkan tindakan perdata. Dalam pandangannya, perampasan aset oleh negara justru berdampak kerugian terhadap para jamaah. Akibatnya, mereka tak bisa berangkat ke tanah suci lantaran seluruh aset-aset yang dimiliki oleh Andhika sudah disita.

“Kita ingin semua jamaah bisa berangkat ke tanah suci dan ini juga jadi keinginan Andhika memberangkatkan mereka ke sana. Tapi karena putusan MA klien kami jadi kesulitan memenuhi apa yang menjadi tuntutan keinginan mereka,” sambung Boris.

Sebelumnya diberitakan para korban calon jamaah umrah First Travel (FT) berencana akan menggugat secara perdata bos FT Andika Surachman ke Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. Gugatan ini menyusul putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi terdakwa pada perkara ini.

Selain pihak First Travel, gugatan ini juga ditujukan kepada pihak kejaksaan selaku pihak eksekutor terhadap aset-aset milik agen perjalanan haji dan umrah tersebut.

Kuasa Hukum korban First Travel Riesqi Rahmadiansyah menerangkan pada salah satu dalil gugatannya, korban meminta agar kejaksaan menunda eksekusi hingga perkara ini selesai disidangkan atau berkekuatan hukum tetap. (rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
15 June 2024 - 13:16
Libur Iduladha, Penumpang Kereta di Yogyakarta Meningkat

WARTAPENANEWS.COM – Jelang Idul Adha 2024, penjualan tiket kereta api jarak jauh keberangkatan awal stasiun di Daop 6 mengalami peningkatan. Total ada 88.401 tiket yang terjual untuk tanggal 13 Juni

01
|
15 June 2024 - 12:37
Sepanjang 2024, 1.008 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Bantul

WARTAPENANEWS.COM – Polres Bantul mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2024 ini ada 1.008 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bantul. Dari jumlah itu, 1.258 orang luka ringan dan 71 orang meninggal

02
|
15 June 2024 - 12:14
Jalanan di Jakarta Lengang saat Libur Panjang Idul Adha

WARTAPENANEWS.COM – Long weekend Hari Raya Idul Adha membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta tampak lengang dari padatnya kendaraan. Idul Adha akan dirayakan pada Senin (17/6) mendatang. Libur panjang digunakan

03