27 February 2024 - 14:02 14:02

Polemik Tarif Jalan Tol Trans Jawa

WartaPenaNews, Jakarta – Para pengusaha logistik ramai-ramai mengeluhkan mahalnya tarif Tol Trans Jawa. Untuk sekali angkut kebutuhan logistik saja bisa mencapai Rp1,3 jutaan.

Keluhan mereka ditanggapi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bahwa, tarif tol Trans Jawa sudah ada penyesuaian tarif khusus untuk kendaraan logistik. Penyesuaian tarif dilakukan melalui pemangkasan golongan. Semula ada empat golongan tarif, namun setelah ada penyesuaian tarif golongan untuk kendaraan logistik kini hanya tinggal dua saja.

Pertama adalah tarif golongan II dan III A digabungkan menjadi golongan II. Sedangkan golongan IV dan V digabungkan menjadi golongan IIIA oleh pemerintah. “Sebetulnya dengan integrasi, logistik itu turun sudah banyak ya. Yakni golongan I, II, III, IV, dan V. Golongan I 10, gol II 1,5, gol III 2, sekarang hanya tiga golongan. Itu turunnya sudah banyak,” kata Basuki, di Jakarta, Senin (11/2).

Basuki memahami bahwa tarif tol tersebut masih terbilang mahal. Begiupun kuliner di jalan tol lebih mahal ketimbang di Pantura. “Jadi tidak semata-mata tarif tol saja menurut saya. Mereka bisa ganti ban di mana saja, jadi yang gitu-gitu juga jadi perhatian,” ujar Basuki.

Terpisah, Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal menilai, kenaikan tarif tol karena mengingat tingginya biaya pembangunan jalan tol di Indonesia. Apalagi banyak tol yang baru dibangun sehingga belum ada pengembalian modal.

“Itu relatif karena ketika kita membangun jalan tol itu mahal, intinya harus ada potensi pengembaliannya yang juga kalau dilihat rasio opex dan capexnya itu sebenarnya cukup mahal, apalagi di daerah yang mahal harga tanahnya, jadi memang cukup tinggi tarifnya,” kata Fithra.

Menurut Fithra, dibandingkan negara ASEAN, kata Fithra tol di Indonesia masih lebih rendah. “Kalau dibandingkan dengan ASEAN itu relatif, kalau dibandingkan dengan Singapura, tentu mereka lebih tinggi. Tapi dibandingkan Malaysia dan Vietnam ya sebanding,” ujar dia.

Sedangkan pengamat ekonomi, Bhima Yudhistira mengatakan, solusi yang harus dilakukan pemerintah untuk membenahi persoalan tarif tol adalah harus memberikan tarif diskon, dimana yang mengoperasikannnya adalah Jasa Marga khusus untuk logistik. “Dan pemerintah juga harus melakukan subsidi untuk tarif logistik selama masih ada truk logistik,” ujar Bhima.

Selain itu, Bhima juga menyarankan agar pemerintah juga harus memperlebar jalan arteri agar bisa digunakan truk pengangkut logistik. Karena tidak semua truk menggunakan jalan tol yang hanya dengan kecepatan tempuh 30-40 KM. “Ini juga menjadi pertimbangan (pelebaran jalan arteri). Perlu dicatat juga, solusi lainnya dibuat tol laut,” pungkas Bhima. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
27 February 2024 - 12:12
Ini Penyebab Sakit Kepala karena Sering Begadang

WARTAPENANEWS.COM  -  Terlalu asik mengerjakan sesuatu terkadang membuat Anda lupa waktu untuk beristirahat. Kerap kali waktu tidur di malam hari dimanfaatkan untuk begadang menyelesaikan beberapa pekerjaan atau sekadar asik berselancar

01
|
27 February 2024 - 11:08
Rumah Warga di Cilodong Kebakaran

WARTAPENANEWS.COM  - Sebuah rumah di Perumahan Taman Cimanggis Indah, Sukamaju, Cilodong, Kota Depok, kebakaran, pada Senin 26 Februari 2024, sekira pukul 23.55 WIB. Kasi Penyelamatan Dinasb Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

02
|
27 February 2024 - 10:13
Pemkot Depok Tutup JPO di Taman SeCawan untuk Sementara

WARTAPENANEWS.COM  - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menutup sementara jembatan penyebrangan orang (JPO) yang ada di Taman SeCawan Jalan Salak, Depok Jaya, Pancoran Mas,

03