30 Januari 2023 - 15:49 15:49
728x90

Tanpa Sosialisasi, Regulasi Ojol Segera Diterbitkan

WartaPenaNews, Jakarta – Regulasi ojek online (ojol) tinggal menghitung hari untuk segera diterbitkan. Akan tetapi, aturan tersebut langsung diterapkan tanpa adanya sosialisasi sebagaimana yang dilakukan pada aturan taksi online.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ahmad Yani, mengatakan bahwa saat ini telah finalisasi artinya tinggal diberlakukan saja kepada publik.

“Langsung diberlakukan setelah terbit. Tidak ada masa sosialisasi lagi. Ya, tinggal menunggu waktunya beberapa hari ini untuk dikeluarkan,” ujar Yani di Jakarta, (8/3).

Draf rancangan yang telah disetujui tim kemenhub bersama stakeholder terkait, kata Yani, telah diserahkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhub). Dan, draft tersebut sudah dikembalikan lagi ke Kemenhub karena ada yang mesti direvisi bukan soal substansi tapi masalah kesalahan tanda baca.

“(Draft) sekarang posisinya di Biro Hukum Perhubungan, lagi dirapihin. Pasti ada yang dibenerin sedikit seperti ada salah titik koma dan sebagainya,” ucap Yani.

Sementara sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi menegaskan, aturan taksi online akan berlaku penuh pada Juni 2019. Selama masa peralihan, sosialisasi gencar dilakukan agar semua pihak memahami aturan baru secara terperinci.

“Kita memasuki tahap akhir sosialisasi kepada yang termasuk asosiasi,” ujar Budi Setyadi, Rabu (13/2) lalu.

Menhub budi Karya Sumadi baru-baru ini menyampaikan salah satu poin dalam aturan ojol tersebut adalah tarif batas atas dan batas bawah. Tarif tersebut berkisar Rp2.200 sampai Rp3.000. Namun angka itu masih berubah sesuai dengan keputusan bersama dari pihak stakeholder terkait seperti operator dan asosiasi pengemudi ojol.

“Jadi yang wajar mungkin dari Rp2.200 sampai Rp3 ribu. Itu versi saya ya,” ucap Budi Karya.

Selain poin tarif batas atas dan batas bawah, Budi Karya juga perhatian soal nasib para pengemudi yakni menyoroti operator yang kebanyakan memberikan diskon.

“Kalau satunya mati, kalau hanya satu operator, dia tetapkan satu harga tertentu kan jangan, jangan sampai monopoli, biar terjadi harga yang berkompetisi. Sehingga katakanlah dengan Rp2.200-Rp2.400 dia cukup bekerja 8 jam. Tapi kalau didiskon sampai Rp1.500 itu kerjanya jadi 10-12 jam,” ujar Budi Karya.

Sementara itu, penelitif dari Institute fo Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus menilai apa yang dilakukan oleh Kemenhub untuk mengatur ojol merupakan langkah yang patut diapresiasi karena demi kepentingan bersama antara konsumen, pengemudi ojol, dan juga operator.

“Lebih baik buat konsumen, mitra dan perusahaan,” ujar Heri Firdaus, kemarin.

Namun aturan tersebut setelah diterbitkan pemeritah, seharusnya harus melalui sosialisasi dengan tujuan baik masyarakat dan pengemudi bisa memahami dengan baik tanpa adanya protes pasca penerbitan regulasi tersebut.

“Harus sosialisasi dulu, dan dipahami oleh semua yang terlibat, termasuk driver,” pungkas Heri. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
30 Januari 2023 - 12:09
Netanyahu Permudah Israel untuk Tembak Orang Palestina

wartapenanews.com - Rencana Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mempermudah warganya memperoleh senjata api mengingatkan kekhawatiran akan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur sejak

01
|
30 Januari 2023 - 11:06
Mobil Sebar Duit, Warga Jombang Berebut Ambil Uang

wartapenanews.com - Jalan yang ada di Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mendadak heboh. Tampak sejumlah warga berdiri di pinggir jalan kampung, seperti menunggu kedatangan seseorang. Tidak menunggu

02
|
30 Januari 2023 - 10:06
Arema FC Pertimbangkan Bubarkan Diri karena Tak Diterima Pendukungnya Sendiri

wartapenanews.com -  Klub Arema FC nampak sudah gerah dengan beberapa penolakan dan aksi ricuh dari pendukungnya sendiri di Tanah Air. Akibatnya manajemen mempertimbangkan untuk membubarkan tim menyusul situasi yang tak

03