17 June 2024 - 01:03 1:03

Wow! Pasar Ponsel Korsel di Indonesia Tembus 60 Juta Unit

WartaPenaNews, Jakarta – Pemerintah masih berharap Korea Selatan terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Tahun ini, Negeri Ginseng itu mulai meningkatkan investasinya di sektor smartphone dan manufaktur. Dari data Kementerian Perindustrian, Korea Selatan tetap konsisten bercokol sebagai investor kelima terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Mulai dari investasi di sektor manufaktur dasar seperti industri baja dan petrokimia hingga pasar ponsel.

Saat ini, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan berada di level baru. Korea punya peran di industri baja yang disebut mother of industry yang memperdalam struktur industri otomotif. “Investasi Korea Selatan sudah membuka satu juta lapangan kerja di Indonesia. Kami berharap, jumlah ini meningkat dua kali lipat pada 2024,” ucap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam agenda Korean Business Dialogue dengan tema Together We Grow di Jakarta, Rabu (27/2).

“Di sektor baja, kita mengenal perusahaan POSCO, lalu Lotte Chemical Indonesia sebagai pemain petrokimia serta ada juga industri ban Hankook,” jelasnya.

Airlangga mengatakan, sejak tahun 2017 neraca perdagangan RI-Korsel mengalami surplus sebesar USD 78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai USD 17 miliar. “Diproyeksi, nilai perdagangan kedua negara semakin meningkat dengan target sebesar USD 30 miliar tahun 2022. Kami juga berharap terjadi pertumbuhan investasi di sektor permesinan, karet, kayu, dan elektronik dari Korea Selatan di Indonesia,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Umum Golkar tersebut.

Airlangga menujukkan study McKinsey, bahwa pada tahun 2025 terdapat peluang dari sektor ekonomi digital sebesar USD150 miliar bagi Indonesia yang akan mempekerjakan lebih dari 10 juta tenaga kerja, empat juta di antaranya adalah pekerja dari sektor industri. Kami sudah berkomitmen dengan Korea Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (Kocham), bahwa dari empat juta tenaga kerja sektor industri, dua juta dari investasi Korea Selatan, tutur Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta itu.

Baginya besarnya peluang ekonomi digital bisa menjadi multiplier effect bagi industri lainnya, misalnya smartphone dan elektronik. Dengan bonus demografi yang akan dirasakan Indonesia hingga tahun 2030, semakin banyak penduduk Indonesia yang bekerja menggunakan ponsel pintar. “Pasar smartphone di Indonesia diperkirakan mencapai 60 juta. Tidak ada penjualan di negara ASEAN lain yang bisa mencapai ini,” ujarnya.

“Terlebih, bahan baku yang dibutuhkan untuk industri smartphone dan elektronika sudah tersedia. Sehingga untuk bisa mengurangi impor elektronika, harus mendorong lokalisasi industri smartphone,” lanjutnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
15 June 2024 - 13:16
Libur Iduladha, Penumpang Kereta di Yogyakarta Meningkat

WARTAPENANEWS.COM – Jelang Idul Adha 2024, penjualan tiket kereta api jarak jauh keberangkatan awal stasiun di Daop 6 mengalami peningkatan. Total ada 88.401 tiket yang terjual untuk tanggal 13 Juni

01
|
15 June 2024 - 12:37
Sepanjang 2024, 1.008 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Bantul

WARTAPENANEWS.COM – Polres Bantul mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2024 ini ada 1.008 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bantul. Dari jumlah itu, 1.258 orang luka ringan dan 71 orang meninggal

02
|
15 June 2024 - 12:14
Jalanan di Jakarta Lengang saat Libur Panjang Idul Adha

WARTAPENANEWS.COM – Long weekend Hari Raya Idul Adha membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta tampak lengang dari padatnya kendaraan. Idul Adha akan dirayakan pada Senin (17/6) mendatang. Libur panjang digunakan

03