27 February 2024 - 23:27 23:27

Wow! Pasar Ponsel Korsel di Indonesia Tembus 60 Juta Unit

WartaPenaNews, Jakarta – Pemerintah masih berharap Korea Selatan terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Tahun ini, Negeri Ginseng itu mulai meningkatkan investasinya di sektor smartphone dan manufaktur. Dari data Kementerian Perindustrian, Korea Selatan tetap konsisten bercokol sebagai investor kelima terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Mulai dari investasi di sektor manufaktur dasar seperti industri baja dan petrokimia hingga pasar ponsel.

Saat ini, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan berada di level baru. Korea punya peran di industri baja yang disebut mother of industry yang memperdalam struktur industri otomotif. “Investasi Korea Selatan sudah membuka satu juta lapangan kerja di Indonesia. Kami berharap, jumlah ini meningkat dua kali lipat pada 2024,” ucap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam agenda Korean Business Dialogue dengan tema Together We Grow di Jakarta, Rabu (27/2).

“Di sektor baja, kita mengenal perusahaan POSCO, lalu Lotte Chemical Indonesia sebagai pemain petrokimia serta ada juga industri ban Hankook,” jelasnya.

Airlangga mengatakan, sejak tahun 2017 neraca perdagangan RI-Korsel mengalami surplus sebesar USD 78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai USD 17 miliar. “Diproyeksi, nilai perdagangan kedua negara semakin meningkat dengan target sebesar USD 30 miliar tahun 2022. Kami juga berharap terjadi pertumbuhan investasi di sektor permesinan, karet, kayu, dan elektronik dari Korea Selatan di Indonesia,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Umum Golkar tersebut.

Airlangga menujukkan study McKinsey, bahwa pada tahun 2025 terdapat peluang dari sektor ekonomi digital sebesar USD150 miliar bagi Indonesia yang akan mempekerjakan lebih dari 10 juta tenaga kerja, empat juta di antaranya adalah pekerja dari sektor industri. Kami sudah berkomitmen dengan Korea Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (Kocham), bahwa dari empat juta tenaga kerja sektor industri, dua juta dari investasi Korea Selatan, tutur Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta itu.

Baginya besarnya peluang ekonomi digital bisa menjadi multiplier effect bagi industri lainnya, misalnya smartphone dan elektronik. Dengan bonus demografi yang akan dirasakan Indonesia hingga tahun 2030, semakin banyak penduduk Indonesia yang bekerja menggunakan ponsel pintar. “Pasar smartphone di Indonesia diperkirakan mencapai 60 juta. Tidak ada penjualan di negara ASEAN lain yang bisa mencapai ini,” ujarnya.

“Terlebih, bahan baku yang dibutuhkan untuk industri smartphone dan elektronika sudah tersedia. Sehingga untuk bisa mengurangi impor elektronika, harus mendorong lokalisasi industri smartphone,” lanjutnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
27 February 2024 - 12:12
Ini Penyebab Sakit Kepala karena Sering Begadang

WARTAPENANEWS.COM  -  Terlalu asik mengerjakan sesuatu terkadang membuat Anda lupa waktu untuk beristirahat. Kerap kali waktu tidur di malam hari dimanfaatkan untuk begadang menyelesaikan beberapa pekerjaan atau sekadar asik berselancar

01
|
27 February 2024 - 11:08
Rumah Warga di Cilodong Kebakaran

WARTAPENANEWS.COM  - Sebuah rumah di Perumahan Taman Cimanggis Indah, Sukamaju, Cilodong, Kota Depok, kebakaran, pada Senin 26 Februari 2024, sekira pukul 23.55 WIB. Kasi Penyelamatan Dinasb Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

02
|
27 February 2024 - 10:13
Pemkot Depok Tutup JPO di Taman SeCawan untuk Sementara

WARTAPENANEWS.COM  - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menutup sementara jembatan penyebrangan orang (JPO) yang ada di Taman SeCawan Jalan Salak, Depok Jaya, Pancoran Mas,

03